Rabu, 21 November 2018 09:19 WIB
pmk

Megapolitan

Warga Diminta Waspada Membeli Hewan Kurban

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Jelang Idul Adha, warga Kabupaten Bogor diminta berhati-hati saa membeli hewan kurban. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Soetrisno, hewan yang akan disembelih harus benar-benar cukup umur, tidak cacat dan sehat.

Ia juga mengatakan, hewan kurban yang dijual di peternakan maupun di pinggir jalan harus diperiksa terlebih dahulu untuk menghindari penularan penyakit yang zoonis atau yang dapat menular ke manusia. ”Hewan kurban yang dibeli harus sehat. Bukan itu aja, saat pembagian daging juga harus bener-bener bersih,” katanya.

Ia menyarankan pembagiannya menggunakan plastik putih demi menjaga kebersihan daging kurban itu sendiri. Jenis plastik yang dipergunakan untuk mmbungkus daging hewan kurban adalah jenis plastik yang jenisnya ’food grade’.  “Jangan yang berwarna hitam. Biasanya toko sudah menyediakan plastik yang kaya gitu,” ujar dokter yang terhimpun dalam Perhimpunan Dokter  Hewan Indonesia (PDHI) ini.

Menurutnya, masyarakat yang akan berkurban tentu akan merasa nyaman dan aman, kalau hewan kurbannya telah diperiksa petugas dokter hewan. Apalagi kalau sudah memiliki sertifikat atau tanda hewan sehat. ”Saya berharap pada masyarakat jangan membeli hewan kurban yang tidak tau asal usulnya. Dan Jangan beli hewan kurban hanya karena murah harganya, tapi tidak jelas asal muasalnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor yang saat ini sudah mulai melakukan persiapan untuk mengecek kesehatan hewan yang dijual di pasaran.

Kasi Kesehatan Masyarakat pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, drh Hardy Hendriawan mengaku telah menyiapkan sedikitnya 18 dokter hewan dan 47 petugas paramedis untuk memeriksakan hewan kurban.

’Kami juga siapkan sekitar 100 mahasiswa untuk membantu kami dan akan ada bantuan juga dari Kementan dan provinsi, semuanya nanti akan melakukan pengecekkan terhadap hewan-hewan kurban,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan mulai melakukan pemeriksaan hewan kurban secara serentak pada H-15 hingga H+3 Hari Raya Idul Adha.

”Jadi yang kita periksa itu hewan-hewan yang dijual dan daging-daging yang telah dipotong,” tuturnya.

Ia pun memperkirakan jumlah penjual hewan kurban di Kabupaten Bogor mencapai angka 600. Angka tersebut mengacu pada jumlah lapak yang ada di tahun 2017 lalu.

”Diprediksi ada 600 lapak di Kabupaten Bogor, dan itu nantinya jadi sasaran kami untuk memeriksa kesehatan hewan yang dijualnya, apakah hewan yang dijual layak atau tidak untuk dikurbankan,” jelasnya.

Di sisi lain, Hardy juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak khawatir membeli hewan kurban di lapak yang ada Kabupaten Bogor. “Kepada masyarakat jangan khawatir saat membeli hewan ternak di kabupaten bogor karena petugas sudah berusaha untuk memeriksa hewan yang dijual,” pungkasnya.(mul/b/tib/els/jpc)


TOPIK BERITA TERKAIT: #hewan-kurban 

Berita Terkait

KPKP DKI Awasi Pemotongan Hewan Kurban

Jakarta Raya

Ini 100 Titik Penjualan Hewan Kurban di Jakbar

Jakarta Raya

IKLAN