Jumat, 17 Agustus 2018 05:52 WIB
pmk

Liga Indonesia

Milihat Bisnis Klub-Klub Liga 1, Buka Store dan Café, Omzet Ratusan Juta Sebulan

Redaktur:

MENJANJIKAN – Kenyamanan café milik Persib. Foto: Net

INDOPOS.CO.ID - Klub-klub profesional di Indonesia sudah tidak bisa menggunakan dana APBD sejak tahun 2011. Hal ini bertujuan agar klub-klub tersebut bisa mandiri dan profesional. Untuk bisa hidup dan menjalani kompetisi, klub-klub harus mencari cara untuk bertahan. Pemasukan tidak hanya dari penjualan tiket, sponsor, dan pembagian hak siar televisi. Kini klub-klub lebih bervariasi dalam mengembangkan roda bisnis.

Bali United resmi membuka cafe di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar pada Selasa (5/6). Tidak hanya cafe, tim berjuluk Serdatu Tridatu itu juga membuka area bermain yang dinamakan Bali United Playland.

“Selain untuk tambahan pendapatan klub, kami juga ingin menghidupkan stadion. Biar tetap hidup meskipun tidak ada pertandingan,” ungkap Ervi, Head Store Bali United.

Sebelumnya, Bali United juga memiliki store yang terletak di lokasi yang sama. Store yang didominasi warna merah itu menyediakan berbagai macam merchandise Bali United. Mulai dari jersey, kaos, jaket, tas, dan pernak-pernik lain. Harganya dipatok mulai Rp 25 ribu rupiah hingga Rp 400 ribu rupiah.

“Penghasilan terbesar tetap dari sponsor. Tapi, keuntungan diluar itu lumayan. Karena kami melihat banyak yang suka dengan Bali United,” ungkapnya.

Untuk saat ini, store Bali United memang masih ada satu. Belum ada rencana untuk membuka di luar Bali. Ervi menambahkan, saat ini timnya sudah berencana membuka store di Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Untuk diluar Bali, kami menyediakan penjualan secara online. Baik secara langsung maupun melalui situs jual beli online,” imbuhnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Persib Bandung. Head of Persib Merchandise Okta Triana Usman menjelaskan masyarakat cukup antusias sejak official store di-launching pada 17 Maret lalu. Selain store, pada saat yang sama juga dilaunching cafe. Semua berada di Graha Persib, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung.

“Perkembangan cukup bagus. Untuk penghasilan kotor, satu bulan bisa sampai ratusan juta. Untuk store saat ini masih di Graha Persib. Untuk buka cabang lain, kami utamakan di stadion dulu,” ungkap Okta.

Mengatasi hal itu, Persib menyediakan penjualan secara online. Tim berjuluk Maung Bandung itu menggandeng salah satu sponsor dari layanan jual beli online untuk memaksimalkan pemasaran. Selain itu, memiliki media sosial dengan lebih dari 2 juta pengikut, membuatnya lebih leluasa untuk melalukan promosi.

Okta menambahkan dalam pembuatan merchandise resmi, Persib memiliki tim desain sendiri. Mengingat Bobotoh -fans Persib- tidak hanya berada di Kota Bandung, timnya sudah menyiapkan desain khusus. “Memang ada desain yang Persib banget. Tapi, ada juga yang nggak terlalu menonjolkan Persib. Jadi, lebih ke khas Kota Bandungnya. Biar bisa dipakai di luar kota juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Perseru Serui juga tidak ketinggalan untuk membuat merchandise. Meskipun tidak memiliki store resmi klub, tim berjuluk Kuda Laut Jingga itu memaksimalkan penjualan melalui online.

“Ada beberapa yang sampai dikirim ke luar negeri. Karena penggemar kan bisa darimana saja,” ungkap Manajer Perseru Kilion Imbiry.

Kilion menambahkan, meski memiliki home base paling jauh di antara klub lain, ongkos kirim tidak akan terlalu mahal. “Sebab, kirimnya bukan dari Serui. Tapi, dari Malang. Kami juga ada store disana,” imbuhnya.

Saat ini Perseru memang menggandeng salah satu sponsor appareal yang berbasis di Kota Malang untuk pembuatan merchandise. Mereka menyediakan jersey, kaos, tas, hingga kaos kaki. Produk dibandrol dengan harga mulai 85 ribu rupiah. (gil/nia/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-indonesia 

Berita Terkait

Kiper Menjadi Striker

Liga Indonesia

Liga 1 2018 Lebih Baik dari Musim Lalu

Liga Indonesia

Bentrok, 4 Suporter Sepakbola Luka-luka

Liga Indonesia

Stadion Mandala yang Tak Lagi Angker

Liga Indonesia

Resmi, Tiga Bintang Sriwijaya Hengkang ke Malang

Liga Indonesia

Sriwijaya Krisis, Adam Alis Hengkang ke Bhayangkara

Liga Indonesia

IKLAN