Minggu, 23 September 2018 05:56 WIB
pmk

Ekonomi

Bangun Laboratorium Bibit Unggul

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe), via anak perusahannya PT Bintang Toedjoe,  baru saja melakukan kerja sama transfer teknologi dengan Hanbang Bio Korea dan Universitas Surabaya (Ubaya) dengan basis Akademisi, Bisnis dan Government Society (ABGS).

Kerja sama transfer teknologi direalisasikan dengan cara membangun laboratorium kultur jaringan (tissue culture) di Fakultas Teknobiologi Ubaya, Surabaya Jawa Timur. Peresmian laboratorium dilakukan Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr Eng Hotmatua Daulay di Jakarta, Kamis (18/7).

Hotmatua Daulay mengatakan, pemerintah mendukung upaya yang dirintis Bintang Toedjoe. “Pemerintah akan terus mendorong perusahaan-perusahaan untuk ikut berkolaborasi dalam proyeksi kerja sama seperti ini,” katanya.

Sejumlah tokoh ikut hadir dalam peresmian tersebut,  di antaranya adalah Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius, Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe Simon Jonatan,  dan Rektor Ubaya Prof Joniarto Parung.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius mengemukakan, setiap tahun pihaknya memang menyediakan budget khusus untuk penelitian. “Ada budget tersendiri. Ide yang mulai dibicarakan sejak 2011 itu akhirnya baru bisa direalisasikan tujuh tahun kemudian,” ujar Vidjongtius.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe Simon Jonatan mengemukakan, selama ini perseroan memang melakukan impor ginseng 50 ton per tahun sebagai salah satu bahan produk minuman energi,  Extra Joss. “Ini end to end collaboration atau  sinergi untuk bisnis. Dengan kerja sama yang sekarang ini, diharapkan kami mampu meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi nilai ketergantungan impor,” ujar Simon.

Ia menjelaskan, budidaya bibit unggul akan terus dilakukan di laboratorium tersebut. “Saat ini sedang dikembangkan untuk ginseng dan jahe merah. Kami berniat mengembangkannya ke hal-hal lain lagi yang lebih luas, seperti temulawak, turmeric,  dan rempah-rempah,” jelas Simon.

Menurut Simon, tujuan akhir dari kerja sama ini adalah mengintegrasikan pembibitan dengan kegiatan CSV Bintang Toedjoe. Dalam proses selanjutnya, bibit yang dihasilkan akan disalurkan kepada petani-petani yang telah bekerja sama.“Kami berusaha membantu industri dalam negeri dengan memberdayakan petani-petani. Tentunya juga dengan memperhatikan kesejahteraan para petani itu,” tutur Simon lagi.

Langkah yang ditempuh, jelas Simon lagi, bibit unggul yang secara kualitas dan masa tanam lebih singkat yang telah disalurkan kepada petani, jika panen akan dibeli lagi oleh Bintang Toedjoe. “Jadi,  hasil panen petani dibeli kembali PT Bintang Toedjoe sebagai bahan baku Industri. Kami berharap, CSV ini dapat membentuk farmer community development yang sustain,” paparnya.

Di luar itu, untuk pembangunan laboratorium dan fasilitasnya, PT Bintang Toedjoe bahkan sudah melakukan investasi awal sebesar Rp 6 miliar. “Investasi itu murni dari Bintang Toedjoe sendiri. Selanjutnya dibutuhkan investasi sebesar Rp 200 miliar untuk in-vitro production dan ex-vitro benih,” sebut Simon. (xam)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bangun-laboratorium-bibit-unggul #pt-kalbe-farma-tbk 

Berita Terkait

IKLAN