Jumat, 19 Oktober 2018 08:50 WIB
pmk

Nasional

Buah Manis Pengembangan Infrastruktur Presiden Jokowi

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kebijakan pengembangan infrastruktur ala Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai terasa manis.

Kebijakan ini mampu mengentaskan kemiskinan Indonesia secara signifikan. Jumlah ini tersebar merata dari kawasan perkotaan hingga pedesaan.

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Indonesia turun 633,2 ribu orang. Mereka ini penduduk dengan pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan Indonesia.

Maret 2018, jumlah penduduk miskin mencapai 25,95 juta orang atau 9,82%. Jumlah ini lebih rendah dari data September 2017 berjumlah 26,58 juta orang atau 10,12%.

Penurunan jumlah penduduk miskin Indonesia ini semakin tajam bila dikomparasi dengan Maret 2017. Angka penurunan penduduk miskin mencapai 1,82 juta orang.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menjelaskan, investasi di bidang infrastruktur memberikan dampak besar terhadap pengentasan kemiskinan Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur membantu dan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Akses ini memberi kesempatan masyarakat bekerja dan mendapat kehidupan layak,” kata Direktur Kerja Sama Pemerintah-Swasta Rancang Bangun Kementerian PPN/Bappenas Sri Bagus Guritno, kemarin.

Membangun ekonomi,  Jokowi membangun jalan tol trans Jawa dan luar Jawa. Jokowi menyambung daerah perbatasan Kalimantan Barat sampai Kalimantan Utara dengan nilai investasi mencapai Rp16 Triliun.

Pembangunan Pelabuhan Laut Dalam di Papua meliputi Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Merauke mulai memberikan dampak signifikan bagi pembangunan perekonomian.

Infrastruktur jalan  menghubungkan kota-kota Papua membuat Bumi Cendrawasih terkoneksi dengan baik. Trans Papua dengan panjang 4.320 kilometer membuat Papua semakin maju.

Tol ini menghubungkan kota-kota seperti Sorong, Manokwari, Wamena, Jayapura, hingga Merauke. Khusus untuk tol Timika-Oksibil bisa tersambung pada 2018 ini. Pada satu tahun awal kepemimpinan, terdapat 15 pembangunan bandara baru di wilayah terluar Indonesia.

“Pemerintah banyak memberikan akses kepada masyarakat. Mulai jalan, kesehatan, air minum, hingga penerangan jalan. Berbagai fasilitas ini memberi kesempatan orang bekerja lebih panjang. Beberapa bahkan membuka usaha baru,” ujarnya lagi.

Penurunan jumlah penduduk miskin pun tersebar merata di kota hingga pelosok pedesaan. Sepanjang periode September 2017 hingga Maret 2018, jumlah penduduk miskin diperkotaan pun turun 128,2 ribu. Pada Maret 2018, penduduk miskin diperkotaan berjumlah 10,14 juta. Kondisi berbeda pada September 2017 berjumlah 10,27 juta orang.

Selain perkotaan, jumlah penduduk di pedesaan turun menjadi 505 ribu orang. Maret 2018, jumlah penduduk miskin desa berjumlah 15,81 juta orang. Bandingkan dengan data di bulan September 2017 berjumlah 16,31 juta orang.

“Hasil ini tentu sangat bagus. Sebab, ini menjadi keberhasilan untuk program-program yang dijalankan Pak Jokowi,” tutup Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jokowi #pembangunan-nasional 

Berita Terkait

Jokowi, Presiden Sukses atau Gagal?

Opini

Jokowi Ingatkan Ancaman Perbedaan

Nasional

Putuskan Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Politik

IKLAN