Rabu, 14 November 2018 12:29 WIB
pmk

Liga Indonesia

Dihempaskan PSIS, Rotasi Persebaya Bikin Frustasi

Redaktur:

Pemain Persebaya Irfan Jaya dan Rishadi Fauzi tertunduk lesu usai kalah dari PSIS di Stadion Moch. Gatot Soebroto, Magelang, Minggu (22/7). DIPTA WAHYU/JAWA POS

INDOPOS.CO.ID – Abu Rizal Maulana tampak frustrasi menatap ke arah tribun Stadion Moch. Soebroto, tatkala Bonek menyanyikan Song for Pride seusai laga melawan PSIS Semarang kemarin. Untuk kali pertama musim ini dia hanya bisa menatap kekalahan Persebaya Surabaya dari bangku cadangan.

Ya, ketika klub berjuluk Green Force itu takluk 0-1 oleh tuan rumah PSIS, pemain yang disapa Rodeg itu diistirahatkan. Posisinya digantikan winger Oktafianus Fernando yang sekaligus berperan sebagai kapten. Hasilnya, Ovan –sapaan Oktafianus– yang tak terbiasa bermain di bek kanan, terkena dua kartu kuning.

Keputusan Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera merotasi para pemain dengan dalih kondisi fisik dan persiapan menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (26/7), berbuah petaka. Setelah Ovan diusir pada menit ke-40, keseimbangan terganggu dan Persebaya kebobolan oleh gol Komarudin (50').

”Sebelum terkena kartu merah, dia (Ovan) tampil bagus,” bela Alfredo. Padahal, pemain utama di posisi bek kanan, Abu Rizal tidak sedang cedera atau akumulasi kartu. Dia juga selalu starter musim ini. ”Abu Rizal saya istirahatkan untuk melawan Persib,” lanjutnya.

Selain Abu Rizal, pemain lain yang dirotasi adalah striker David da Silva, Feri Pahabol, dan Fandry Imbiri. Nama terakhir memang diragukan fit setelah cedera melawan PSMS Medan (18/7). O.K. John mengisi posisi yang ditinggal Fandry. Lalu, Rishadi mengisi posisi Da Silva dan pos Pahabol dihuni Osvaldo Haay.

Alfredo mengatakan, dia memiliki alasan tidak memainkan Da Silva yang dalam dua laga terakhir selalu mencetak gol dan kolaborasinya dengan Irfan Jaya sedang yahud. ”Sebelum laga, dia (Da Silva) mengeluh kurang fit. Karena itu, saya pasang Rishadi,” tutur pelatih asal Argentina itu.

Pahabol yang musim ini sembilan kali jadi starter di posisi sayap, posisinya digantikan Osvaldo yang tidak bisa maksimal kemarin. Penyebabnya, sejak Ovan diusir dari lapangan, winger Timnas U-23 Indonesia itu beroperasi sebagai bek kanan. ”Feri (Pahabol) ada gangguan di lututnya,” ucap Alfredo.

Terkait dengan kondisi Da Silva, Pahabol, dan Fandry, alasan Alfredo sangat masuk akal. Sebab, memang butuh pemain dengan kondisi 100 persen agar skema bisa berjalan maksimal. Hanya, yang tidak lazim adalah keputusan merotasi bek kanan dari Abu Rizal kepada Ovan.

Selain karena masih ada Arthur Irawan yang asli bek kanan atau M. Irvan ”Ambon” Febrianto yang bek kiri tapi bisa bermain di kanan, Ovan sejak musim lalu lebih dominan dimainkan sebagai winger. Dan, tiba-tiba menjadi bek kanan. Hasilnya, dia kesulitan mengatasi tekanan Hari Nur Yulianto dan Bayu Nugroho.

Berkali-kali posisi kanan pertahanan Persebaya menjadi sasaran dari lini serang PSIS. Ovan memang cepat, tapi kemampuan bertahan bukanlah naluri naturalnya. ”Saya lihat dia bisa main di depan dan belakang. Dia kuat. Dia juga paling lama di tim, makanya saya pilih (sebagai kapten),” ujar Alfredo.

Di sisi lain, meski menang, Pelatih PSIS Vincenzo Annese mengaku belum puas. Sebab, dia menilai timnya bisa saja menang dengan skor lebih besar. Terlebih setelah Persebaya bermain dengan 10 orang. ”Kami melakukan banyak serangan balik yang bisa berbuah gol. Setidaknya ada lima peluang terbuang,” katanya. (gus/ham/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #psis-semarang #persebaya-surabaya 

Berita Terkait

Keran Gol Billy Keraf

Liga Indonesia

Tiada Arti Tanpa Suporter

Liga Indonesia

Hajar Barito Putera, Persija Lebih Pede ke GBT

Liga Indonesia

Ke Jayapura, Kondisi Lawan Persebaya Lebih Bugar

Liga Indonesia

Ancaman Serius Menghampiri Lini Pertahanan PSIS

Liga Indonesia

IKLAN