Senin, 24 September 2018 10:52 WIB
pmk

Internasional

Hillary Clinton Yakini Rusia Akan Meretas Lagi

Redaktur:

DAPAT BOCORAN - Hillary Clinton berbicara di panggung selama OzyFest, Sabtu (21/7) di Rumsey Playfield, Central Park New York. Dia mengaku menerima informasi bahwa Rusia akan mengacaukan proses pemilu. Foto; AFP

INDOPOS.CO.ID - Rusia bakal beraksi lagi. Mereka akan meretas pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang berlangsung November mendatang. Hal itu diungkapkan Hillary Clinton saat diwawancarai oleh Laurene Powell Jobs di acara OzyFest, Sabtu (21/7), di Central Park, New York.

Politikus 70 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan bocoran informasi dari pakar teknologi di Silicon Valley. Sumber tersebut mengatakan bahwa kali ini Rusia akan berusaha mengacaukan proses pemilu.

Negeri Beruang Merah itu tengah mencari cara untuk mencuri informasi. Misalnya, dengan mematikan server-server untuk mengirimkan hasil pemilu dan mengganggu pengoperasian mesin pemungutan suara. Sebagian besar peranti itu memang terhubung dengan internet sehingga bisa diretas.

”Badan-badan intelijen AS mengatakan, pemerintahan Trump tidak berbuat maksimal untuk menghalangi hal itu,” terang Hillary seperti dilansir The Guardian.

Hillary juga mengkritik pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, Finlandia, Senin (16/7). Dia mempertanyakan mengapa Trump tidak berbicara untuk negara dan rakyatnya dalam pertemuan tersebut. Padahal, itu adalah kesempatan emas untuk membahas intervensi Rusia di pemilu 2016. Terlebih saat ini FBI tengah menyelidiki keterlibatan Rusia tersebut.

Jika Rusia benar-benar terbukti terlibat, itu memang tidak akan menyenangkan bagi Trump. Sebab, kemenangannya mungkin dianggap tidak sah. Demokrat meyakini bahwa peretasan itulah yang membuat Trump melenggang ke Gedung Putih.

”Kita tidak tahu apa yang mereka bicarakan di ruangan itu,” ujar Hillary merujuk pada sesi pertemuan empat mata Trump dan Putin. Hillary menyebut bahwa Putin adalah orang yang cukup lihai membaca karakter maupun memanipulasi seseorang. Dia mempertanyakan motif Trump berteman dengan orang seperti Putin. (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #amerika-serikat #rusia 

Berita Terkait

Rusia Tolak Kebijakan Pensiun

Internasional

AS dan Korsel Jadwalkan Lagi Latihan Perang, Korut Berang

Internasional

Melania Tanam Pohon ala Ibu Negara

Internasional

Senator John McCain Meninggal Dunia

Internasional

Perlucutan Nuklir, Korut Kecewa dengan Amerika Serikat

Internasional

Cheryshev Bunuh Diri, Rusia Terancam Dipermalukan Uruguay

Piala Dunia 2018

IKLAN