Kamis, 20 September 2018 08:00 WIB
pmk

Banten Raya

Beberapa Hektare Lahan Pertanian Lebak Gagal Panen akibat Tambang Pasir

Redaktur:

GAGAL PANEN - Areal sawah milik petani gagal panen akibat tertimbun limbah galian pasir di Kecamatan Sajira, Lebak, kemarin. Yasril/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Masyarakat Desa Parungsari dan Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten mengeluhkan adanya tambang pasir atau galian C, yang diduga menjadi penyebab hektaran sawah milik petani rusak dan gagal panen. Kerusakan lahan pertanian masyarakat ini diduga disebabkan oleh tercemarnya saluran perairan akibat dari limbah galian C atau tambang pasir yang berada di Desa Pajagan,Kecamatan Sajira.

Yahya, salah satu petani padi kepada INDOPOS mengatakan, bahwa kondisi air bercampur batu apung yang masuk ke lahan pertanian membuat lahan pertanian warga rusak.

Pasalnya, air yang bercampur batu dan warnanya keruh itu melekat di tanaman petani sehingga membuat tanaman jadi mati dan tidak tumbuh normal.



“Permasalahan ini sudah lama dikeluhkan oleh petani,bahkan hampir setiap hari keluhan masyarakat ini juga disuarakan melalui media sosial oleh aktivis dan tokoh pemuda, karena berkirim surat kepada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, dan aksi demo berulang kali di DPRD Lebak, ditambah aksi jalan kaki mahasiswa dari Rangkasbitung ke kantor Gubenur juga tidak mempan,” ujar Yahya, Minggu (22/7).



Menurut Yahya, sedikitnya dua hektare lahan persawahan milik warga Kampung Kebon Kopi, RT 18/08, Desa Parungsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak yang berada di Desa Pajagan mengalami gagal panen. Lantaran, sawah yang telah ditanami padi tersebut tertimbun limbah tanah yang berasal dari galian pasir.

Sementara tokoh pemuda Sajira, Ucu Juhroni menyatakan permasalahan galian pasir yang dihadapi masyarakat ini sudah lama dikeluhkan.Tidak hanya merusak lahan pertanian, namun infrastruktur jalan juga menjadi hancur akibat angkutan pasir basah dari truk tronton yang melebihi tonase.

”Kami minta ketegasan Gubenur Banten untuk menindak dan menutup galian C di Sajira, karea sejak perizinan tambang diambil alih oleh provinsi, semua kewenganan penutupan ada di provinsi,’ujarnya kepada INDOPOS.



Kepala Dinas ESDM Provinsi, Banten Eko Palmadi yang dikonfirmasi, terkait kerusakan lahan pertanian dan infrastruktur jalan akibat tidak terkendalinya usaha galian C di Kabupaten Lebak, belum memberikan klarifikasi.

Karena  saat dihubungi melalui telepon genggamnya dan dikirim pesan singkat oleh INDOPOS, yang bersangkutan belum merespon.(yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tambang-pasir-ilegal #gagal-panen 

Berita Terkait

IKLAN