Senin, 24 September 2018 10:45 WIB
pmk

Banten Raya

Pemkot Tangsel Diminta Jangan Puas Gelar Job Fair

Redaktur:

ATASI PEN GANGGURAN-Job fair yang diselengarakan Disnaker Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), beberapa waktu lalu. Adrianto/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) diminta jangan bangga dan puas dengan kegiatan bursa kerja alias Job Fair yang digelar. Penyebabnya, program tersebut belum mampu menangani masalah pengangguran tiap tahun.

Apalagi, pembatasan para pencari kerja dari luar daerah tak dilakukan.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia, Agus Pambagyo menegaskan, adanya gelaran job fair oleh Pemkot Tangsel dianggap untuk menutupi kelemahan kerja Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dalam menanggulangi jumlah pengangguran. Sebab, hampir setiap tahun angka orang tak bekerja di kota ini terus meningkat. Dan guna menghindari sorotan publik terhadap penanganan masalah sosial ini maka bursa kerja dengan melibatkan puluhan perusahaan digelar.



“Job fair adalah cara jitu yang ditempuh Pemkot Tangsel menutupi penanggulangan pengangguran. Jadi jangan bangga jika bursa kerjanya didatangi banyak pencari kerja, karena hal itu tidak akan mengurangi angka pengangguran,” katanya kepada INDOPOS, Minggu (22/7).



Dalam penilaian Agus, ada kesalahan telak yang dilakukan Dinasker Tangsel dalam mengatasi pengangguran. Jalan satunya, kegiatan padat karya dalam mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) tak digalakkan. Serta belum sepenuhnya memanfaatkan balai latihan kerja (BLK) dalam mencetak pekerja handal.



“Di mana pun tidak ada perusahaan mempekerjakan orang yang tak punya keahlian. Nah harusnya pengangguran diberikan pendidikan soal pembangunan usaha kecil, dan itu dapat diajarkan di BLK,” ungkapnya.



Data Badan Pusat Statistik (BPS) Tangsel menyebutkan angka pengangguran tiap tahun meningkat. Pada 2014 jumlah penangguran mencapai 51.193 orang, kemudian meningkat pada 2015 menjadi 53.232 orang. Begitu pula pada 2016 naik menjadi 56.000 orang, dan pada 2017 mencapai angka 60.100 orang. Untuk jumlah lowongan kerja yang tersedia tiap tahun hanya 7.000 lowongan. 



Dengan persoalan itu, Agus menyarankan, Pemkot Tangsel segera melakukan evaluasi kerja antar dinas. Kemudian, terus menggalakkan UMKM dengan menggandeng perbankan dalam memberikan pinjaman modal serta pangsa pasar yang tepat. Dengan kegiatan tersebut, dirinya menyakini penanganan pengangguran di kota ini mampu ditanggulangi dengan cepat.



Kadisnaker Tangsel, Purnama Wijaya mengakui, jika saat ini tercatat ada sebanyak 43.123 orang berstatus pengangguran. Bahkan, diprediksi pihaknya angka tersebut akan mengalami peningkatan sekitar 5.000 orang lebih. Hal itu didasari jumlah kelulusan dan lowongan kerja yang ada tak sebanding.

Purnama menambahkan, saat ini solusi yang dapat dikerjakan pihaknya dalam menangani masalah sosial tersebut adalah menggelar Job Fair besar-besaran.

Karena, pengembangan UMKM tersebut masih terus dilaksanakan. Job Fair tahun 2017 yang digelar dua tahap menyerap 2.284 tenaga kerja dengan jumlah pelamar mencapai 25.170 orang. “Makanya kami kembali gelar Job Fair yang tersedia 10.003 lowongan kerja dari 50 perusahaan,” pungkasnya.(cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #job-fair #pemkot-tangsel #pengangguran 

Berita Terkait

Airin Pasrah Hanya Dapat 115 CPNS

Banten Raya

Job Fair 2018 Diserbu Ribuan Pencaker

Depok

IKLAN