Senin, 19 November 2018 04:06 WIB
pmk

Hukum

Tidak Kooperatif, KPK Ancam DPO-kan Umar Ritonga

Redaktur:

Juru bicara KPK, Febri Diansyah.

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membahas dan memutuskan status buron untuk tersangka Umar Ritonga. Dia diincar KPK dalam kapasitasnya sebagai orang kepercayaan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap, yang hingga siang ini tidak kooperatif untuk menyerahkan diri setelah diduga sebagai pihak yang membawa kabur uang suap.

"Hingga Senin siang ini, KPK belum mendapat informasi apapun dari UMR (Umar Ritonga) ataupun keluarga tentang niat untuk menyerahkan diri," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Senin (23/7).

Karena itu, Febri menambahkan, pada hari ini penyidik KPK dan pihak terkait akan membahas tentang rencana penerbitan status yang bersangkutan sebagai buronan dan memasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi tersangka Umar Ritonga yang membawa kabur uang suap Pangonal sejumlah Rp 500 juta.

"Jika DPO terbit, KPK akan menyurati Polri dan meminta bantuan melakukan pencarian ataupun penangkapan di manapun yang bersangkutan berada," kata Febri.

Sebelumnya pada hari Jumat (20/7) Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan mobil yang digunakan Umar Ritonga untuk melarikan diri dan membawa barang bukti uang 500 juta.

Febri menyatakan, saat mobil tersebut ditemukan di daerah kebun sawit dan hutan di Labuhanbatu, ban sudah dalam keadaan kempes dan tidak layak jalan. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #umar-ritonga #bupati-labuhanbatu #febri-diansyah 

Berita Terkait

IKLAN