Kamis, 15 November 2018 05:11 WIB
pmk

Lifestyle

Tingkat Kebutaan Masih Tinggi, Donor Kornea Minim

Redaktur:

GOLF AMAL-Kegiatan JEC Charity Golf Tournament digelar di Pondok Indah Golf House, Jakarta Selatan, Minggu (22/7). Hasil dari kegiatan itu akan disumbangkan untuk operasi dan donor kornea mata. Foto: JOESVICAR IQBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai penyakit mata yang ada di Indonesia, Jakarta Eye Center (JEC) mengadakan JEC Charity Golf Tournament, Minggu (22/7). Bertempat di Pondok Indah Golf Course, Jakarta Selatan, turnamen golf tersebut selain sebagai kegiatan amal, juga media penyebaran informasi tentang kesehatan kornea mata. 

Kegiatan tersebut diikuti 150 peserta dari berbagai profesi. Termasuk juga dukungan dari Lions Eye Bank Jakarta yang selama ini menjadi tempat bagi mereka yang membutuhkan transplantasi kornea mata.

"Mata menjadi organ penting bagi insan manusia, sebab sebagian besar informasi didapat dari indera penglihatan. Kerusakan penglihatan berakibat menurunnya produktivitas seseorang yang sudah pasti berpengaruh terhadap masa depan si pasien," jelas Ketua Bank Mata Indonesia dr Tjahjono D Gondhowiardjo ditemui disela kegiatan turnament golf, Minggu (22/7). 

Dia menjelaskan, saat ini 80 persen kerusakan penglihatan dan kebutaan dapat dicegah. Termasuk kebutaan akibat kerusakan kornea bisa disembuhkan dengan tindakan transplantasi. 

Yang menjadi persoalan adalah, kurangnya donor mata. Selain itu, biaya transplantasi kornea juga tidak sedikit.

"Karena kurang donor, banyak pasien yang terpaksa memesan kornea mata dari luar negeri. Tapi jumlahnya juga masih terbatas dan sangat mahal," ungkapnya.

Maka itu, melalui kegiatan turnamen golf ini, pihaknya berharap ada dukungan dana sekaligus edukasi tentang mata. "Sehingga bisa semakin banyak pasien kerusakan kornea yang mendapatkan kornea donor," terang Ketua Panitia JEC Charity Golf Tournament dr Setiyo Budi Riyanto.

Data yang dihimpun, dari Survei Rapid Assesment of Avoidable Blindness (RAAB) Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2014-2016, mengidentifikasi sedikitnya 3 persen penduduk Indonesia dengan usia diatas 50 tahun yang menyandang kebutaan. Sebanyak 4,5 persen dari data tersebut, merupakan penyandang kebutaan kornea. 

Penyebab kebutaan kornea antara lain disebabkan karena penyakit, cedera, atau hal lainnya yang bila tidak dilakukan tindakan lebih lanjut akan berakhir dengan hilangnya fungsi penglihatan. Data yang dihimpun Bank Mata Indonesia, tercatat baru sekitar 5-10 persen pasien kebutaan yang dapat menjalani transplantasi kornea karena keterbatasan kornea donor dari dalam negeri. Sebagai solusi, Indonesia masih menerima kornea donor dari beberapa negara seperti Srilanka, India, Belanda dan Amerika Serikat. 

"Hampir setiap minggu ada operasi tetapi jika ada donor lebih baik. Kebanyakan dulu donor dari Srilanka, tapi sekarang lebih sedikit," imbuhnya.

Pihaknya berharap, dengan semakin banyaknya edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan mata, pasien kornea mata bisa menyusut. Termasuk juga, diharapkan bisa lebih banyak pendonor yang mau mendonorkan kornea mata mereka.

Tahjono menambahkan, pihaknya sudah mengedukasikan pentingnya donor kornea mata kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Maka itu, diharapkan akan lebih banyak lagi pendonor kornea di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Lions Eye Bank Jakarta dr Sharita R Siregar menjelaskan, selain memfasilitasi kebutuhan kornea donor dan pendonor mata, LEBJ juga menyediakan kornea donor untuk kepentingan pendidikan khususnya bagi para ahli bedah cangkok kornea. "Harapan kami di masa depan Indonesia akan memiliki semakin banyak dokter ahli kornea. Sehingga angka kebutaan yang disebabkan oleh kelainan kornea akan menurun," ujarnya.

Dia menambahkan, target 120 kornea pertahun masih belum bisa diraih. Saat ini, pihaknya hanya mampu mendapatkan 20 donor kornea pertahun.

Dalam kesempatan itu, JEC juga melakukan lelang 5 lukisan karya Agoes Noegroho, seniman yang juga pelukis Muslim yang akrab disapa dengan Goes Noeg. Dana yang terkumpul akan dipakai untuk program-program LEBJ dalam pengentasan kebutaan akibat kerusakan pada kornea mata. 

"Kerjasama ini bentuk dukungan nyata kami terhadap masalah kebutaan kornea di Indonesia. Semoga semakin banyak lagi masyarakat yang peduli terhadap masalah kebutaan dan mengambil bagian dalam menurunkan angka kebutaan di Indonesia," tambah Sylviana Murni, District Governor Lions Club Indonesia Distrik 307 A1. (ibl) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #tingkat-kebutaan #donor-kornea-minim #jec-charity-golf-tournament 

Berita Terkait

IKLAN