Kamis, 20 September 2018 03:53 WIB
pmk

Indobisnis

PT MTN Kucuri Proyek Tol Serpong-Kunciran Rp 3,3 Triliun

Redaktur:

INFRASTRUKTUR - (ki-ka) Executive Vice President Group Corporate Finance BCA Susiana Santoso, Presdir PT Marga Trans Nusantara (MTN) Truly Nawangsari, Executive Vice President Group Corporate Banking BCA Yuli Melati Suryaningrum, dan Kepala Kantor Cabang Korporasi BCA Dhejani Surjadi usai sindikasi di Jakarta, Jumat (21/7). Foto : Toni Suhartono/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT Marga Trans Nusantara (MTN) mendapat pembiayaan kredit sindikasi Rp 3,3 triliun. Suntikan dana untuk kelompok usaha PT Jasa Marga (JSMR) dan ASTRA Infra tersebut akan dipakai membiayai pembangunan proyek Jalan Tol Kunciran-Serpong.

Penggelontor kredit sindikasi itu terdiri dari Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Riau Kepri dengan Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunners (JMLAB) dari Bank Mandiri, BNI, BCA, dan BRI.

Penandatanganan perjanjian fasilitas kredit sindikasi berjangka waktu 15 tahun tersebut dilakukan akhir pekan lalu. Proyek Jalan Tol Kunciran-Serpong merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2, membentang dari Cengkareng-Cilincing. Nanti, pengoperasian Jalan Tol Kunciran-Serpong itu dapat mendistribusikan lalu lintas. Dengan begitu, dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing. ”Kami optimistis proyeksi ini tepat waktu. Semoga dengan kredit investasi ini bisa meningkatkan semangat untuk menyelesaikan proyek sesuai harapan,” tutur Presiden Direktur PT MTN Truly Nawangsasi.

Sementara itu, Senior Executive Vice President Large Corporate Bank Mandiri Dikdik Yustandi, selaku perwakilan para kreditur mengatakan, penandatanganan kredit invetasi tersebut membuktikan komitmen perbankan untuk mendukung infrastruktur. ”Saya rasa ini sinergi cukup baik. Selain Jasa Marga, hadir Astra Infra Toll Road sebagai pihak swasta. Pembangunan infrastruktur bisa digarap dengan bersinergi antara bank BUMN dan nasional,” tuturnya.

Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal, sebagai pemegang saham mayoritas di MTN menambahkan fasilitas kredit sindikasi melalui perbankan digunakan untuk membiayai proyek-proyek jalan tol tengah dibangun dan akan beroperasi. Selain itu, ASTRA Infra sebagai pemegang saham pada PT MTN juga menegaskan proyek Jalan Tol Kunciran-Serpong diproyeksikan bisa selesai tepat waktu.

PT MTN merupakan perusahaan patungan antara PT Jasa Marga 60 persen, dan ASTRA Infra 40 persen. Sebagai informasi, proyek jalan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,19 kilometer (KM) diproyesikan beroperasi penuh kuartal pertama tahun 2019. Per 15 Juli 2018, progres pembangunan jalan tol Kunciran-Serpong, seksi 1 Kunciran-Parigi 6,9 KM, progres konstruksi 55,9 persen. Seksi 2 Parigi-Serpong 4,3 KM, progres konstruksi 60,3 persen. (mys/JPC)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pt-mtn #proyek-tol-serpong-kunciran 

Berita Terkait

IKLAN