Rabu, 21 November 2018 05:19 WIB
pmk

Politik

Nyalon DPD, OSO Wajib Mundur dari Pimpinan Hanura

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Senator DPD RI asal Lampung, Andi Surya Syamsudin meminta semua pihak mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 30/PUU-XVI/2018 tentang larangan pengurus partai politik menjadi anggota DPD RI. Tak terkecuali 78 senator yang hendak maju lagi sebagai anggota DPD tahun depan.

Menurut Andi Surya, sesuai putusan tersebut, bila ada pengurus parpol yang hendak maju, maka harus membuat surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan parpol yang diembannya. Sedangkan bila tetap mempertahankan posisinya sebagai pengurus partai maka tidak diperbolehkan nyaleg anggota DPD RI.

"Oleh karenanya, terkait Pak OSO Cs dan juga rekan-rekan di luar Pak OSO yang ikut Pileg DPD RI namun berafiliasi menjadi pengurus partai wajib hukumnya memilih dua pilihan tersebut," ungkap Andi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (24/7).

Meski begitu, KPU mesti terlebih dahulu membuat aturan turunan dari putusan MK tersebut. Kata Andi, penyelenggara pemilu itu harus membuat Peraturan KPU (PKPU) terbaru. "Lalu mengeksekusinya di lapangan," cetusnya.

Sedangkan Andi sendiri, awalnya juga merupakan pengurus aktif Partai Hanura. Akan tetapi, ia mengaku telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wasekjen DPP Partai Hanura Bina Wilayah Lampung-Bengkulu pada 29 Juni lalu.

"Saya sudah punya feeling akan ada masalah terkait posisi di partai dengan pencalonan Pileg DPD RI," klaimnya.

Selain itu, ia mengaku sudah tidak mempunyai banyak waktu untuk mengurus pencalonannya kembali sebagai DPD RI, kesibukan di luar dan urusan pribadi.

Sebelumnya, dari pihak penyelenggara, KPU RI menyatakan akan melaksanakan putusan MK tersebut. Mereka akan mempelajari lebih dalam perihal putusan tersebut, kemudian membuat aturan tambahannya.

"Kita akan melaksanakan putusan itu," ujar Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan kepada wartawan di Kantor KPU Menteng Jakarta Pusat, Senin (23/7). (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dpd-ri #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN