Rabu, 21 November 2018 03:11 WIB
pmk

Internasional

Mau Bunuh Perdana Menteri, Rahman Ditangkap

Redaktur:

RENCANA PEMBUNUHAN - Perdana Menteri Inggris Theresa May nyaris saja jadi korban oleh seorang pemuda yang merakit bahan peledak. Foto; AFP

INDOPOS.CO.ID - Seorang pria Inggris ditahan karena merencanakan membunuh Perdana Menteri Theresa May. Seperti dilansir Gulfnews pada Sabtu, (21/7), laki-laki bernama Rahman tersebut berencana meledakkan alat peledak rakitannya di gerbang Downing Street dan mendapatkan akses ke kantor May untuk melakukan kekacauan berikutnya, yakni membunuh Theresa May.

Pria dengan nama lengkap Naa’imur Rahman, 20 tahun, dari London Utara, dihukum di pengadilan Old Bailey karena bersiap melakukan tindakan terorisme. Downing Street adalah kediaman resmi dan kantor perdana menteri Inggris.

Jalanan ini dijaga ketat dan ada gerbang di ujung jalan di mana anggota masyarakat dan turis berkumpul untuk melihat sekilas rumah tersebut. "Kami berbicara tentang seorang individu yang akan membunuh, melukai, dan melumpuhkan sejumlah orang termasuk petugas polisi dan anggota masyarakat," kata Dean Haydon, Kepala Komando Terorisme Polisi Metropolitan.

Inggris sendiri mengalami empat serangan mematikan tahun lalu. Kepala Badan Mata-mata Inggris MI5 mengatakan pada bulan Mei bahwa 12 plot pembunuhan aksi terorisme telah digagalkan sejak yang pertama pada Maret 2017.

Plot Downing Street digagalkan ketika Rahman percaya dia terkait secara online dengan anggota Daesh ketika merencanakan serangan. Namun sebenarnya dia berbicara dengan anggota petugas yang menyamar dari Biro Investigasi Federal AS dan Dinas Keamanan MI5 di Inggris.

Rahman ditangkap November lalu tidak lama setelah bertemu dengan petugas yang menyamar sebagai anggota Daesh dan mengumpulkan dua perangkat peledak.

Haydon mengatakan, Rahman telah melakukan kontak dengan pamannya yang telah melakukan perjalanan ke Syria dan bergabung dengan Daesh. Pamannya mendorong Rahman untuk melakukan serangan di Inggris.

Rahman telah merencanakan untuk melakukan serangan selama dua tahun tetapi tekatnya makin keras ketika dia mendengar bahwa pamannya telah tewas dalam serangan pesawat tak berawak musim panas lalu. Haydon menambahkan, Rahman digambarkan sebagai orang yang tinggal nomaden di rumah temannya. (JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembunuhan #terorisme 

Berita Terkait

Sisa Pertahanan ISIS Digempur, 40 Orang Tewas

Internasional

CIA Yakin Pangeran Saudi Terlibat Pembunuhan

Internasional

Motif Kesal Dihina, Linggis Masih Dicari

Headline

5 Pembunuh Khashoggi Dituntut Mati

Internasional

IKLAN