Selasa, 20 November 2018 05:38 WIB
pmk

Indotainment

Menang, Miss Grand Indonesia 2018 Langsung Turun ke Lapangan

Redaktur:

AKSI SOSIAL - Miss Grand Indonesia Nadia Purwoko didampingi Miss Grand International Maria Jose Lora mengunjungi Rumah Harapan Valencia Care. ACHMAD SUKARNO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Kontes Miss Grand Indonesia (MGI) 2018 dilangsungkan pada Sabtu malam (21/7) di Jakarta Convention Center mengantarkan Nadia Purwoko meraih mahkota MGI. Perempuan asal Bengkulu ini mengungguli 29 kontestan lain.

Pengacara dan model tersebut berhasil mencuri perhatian Dewan juri MGI 2018 terdiri atas National Director MGI Dikna Faradiba, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Presdir BCA Jahja Setiaatmadja, Deputy CEO MarkPlus Inc. Jacky Mussry, desainer Ivan Gunawan, Wulan Guritno, Sophia Latjuba, Dian Muljadi, dan aktor Ferry Salim.

Dalam balutan gaun merah Soko Wiyanto, 5 Besar MGI 2018 menyampaikan pidato mengenai keberagaman, perdamaian, dan kemanusiaan. Kemudian, terpilih 3 besar yang terdiri atas wakil Sumatera Utara Vivi Wijaya, Stephanie Cecillia Munthe (DKI Jakarta), dan Nadia Purwoko (Bengkulu).

Mereka mendapat pertanyaan yang sama dari dewan juri. Mengenakan gaun malam rancangan Ivan Gunawan, mereka diminta menjawab dalam waktu 60 detik. ”Dunia terancam. Terjadi peperangan dan perpecahan di berbagai belahan dunia. Perdamaian memudar. Jika diberi kekuatan super oleh Tuhan, apa hal pertama yang akan kamu selamatkan?”

Wakil Bengkulu Nadia Purwoko menjawab, ”Hal pertama yang saya selamatkan adalah anak-anak kecil dan ibu. Karena rasa kasih sayang dan perdamaian dimulai dari anak-anak. Anak-anak yang tumbuh dengan jiwa yang diberi makan kasih sayang dan pengertian akan tumbuh menjadi orang dewasa yang mengerti arti perdamaian. Saya merasa itulah pentingnya pendidikan dimulai dari rumah.”

Jawaban itu mengantarkan Nadia meraih mahkota Miss Grand Indonesia 2018. ”Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ke depan, saya ingin membawa pesan perdamaian itu secara lebih luas,” ucap alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, tersebut.

Kunjungi rumah harapan Valencia

Selepas menerima mahkota MGI, Nadia langsung menjalani tugas perdananya. Didampingi miss grand international, Nadia mendatangi Rumah Harapan Valencia Care Foundation. ”Kita datang rumah harapan indonesi untuk bertemu anak-anak yang menderita penyakit kangker. Kita memberikan supporte kepada mereka,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan Nadia merupakan salah satu agenda penting dalam masa jabatanya sebagai MGI 2018. ”Tentunya ada program yang di fokuskan pada aksi sosil, salah satunya hari ini,” katanya.

Melalui kegiata tersebut, dirinya berharap para orang tua tak perlu khawatir dengan kondisi yang menimpa anak-anakanya. ”Buat orang tua lan yang di luar sana, kita kasih tau, kalian tidak sendiri, “ jelasnya.

Menuju Miss Grand International   

Selain menjalani beragam kegiatan sosial, Nadia akan dikirim ke ajang Miss Grand International 2018 yang diadakan pada Oktober di Myanmar. Rekam jejak Indonesia di ajang berusia lima tahun itu cukup membanggakan. Pada 2016 Ariska Putri Pertiwi berhasil menjadi pemenang dan meraih Best National Costume. Lantas, tahun lalu, Dea Goesti Rizkita berhasil mempertahankan gelar Best National Costume dan meraih gelar Miss Popular Vote.

Sebelumnya, lisensi Miss Grand International dipegang Yayasan Puteri Indonesia (YPI). Ariska dan Dea merupakan kontestan Puteri Indonesia yang dikirim ke Miss Grand International. Tahun ini Miss Grand International Organization ingin wakil Indonesia dipilih melalui kontes terpisah. Lisensi pun berpindah ke Yayasan Dharma Gantari (YDG). ”Nadia memiliki semua kualitas yang kami cari. Harapannya, mahkota Miss Grand International bisa kembali diraih Indonesia,” papar Dikna Faradiba, chairwoman YDG dan national director MGI.

Karena berada di bawah Miss Grand International Organization yang mengusung slogan Stop the War and Violence, pemenang MGI ditargetkan concern di bidang perdamaian dan sosial. Kelak, pemenang menjadi duta kegiatan kemanusiaan terkait kesejahteraan di daerah konflik, isu-isu perdamaian, dan kampanye anti kekerasan.

Di samping perdamaian dan sosial, pemenang mengemban tugas sebagai duta pariwisata dan budaya Indonesia. Mereka akan mempromosikan daerah-daerah wisata sekaligus budaya Indonesia ke level internasional. ”Targetnya, pemenang bisa aktif di bidang kemanusiaan dan mengembangkan potensi wisata Indonesia,” kata Dikna.

MGI memiliki kriteria penilaian yang tertuang dalam 4R. Meliputi, rupa (penampilan), rasio (intelektualitas), rasa (kepedulian atau perilaku), dan roh (berprinsip). Aspek-aspek lain seperti public speaking, wawasan kebudayaan dan perdamaian, serta kemampuan berpose atau catwalk menjadi kriteria juri dalam menentukan pemenang. (nor/len/c7/ash/nda)


TOPIK BERITA TERKAIT: #miss-grand-indonesia-2018 

Berita Terkait

IKLAN