Rabu, 14 November 2018 03:35 WIB
pmk

Hukum

Kejaksaan Terima Barang Rampasan Perkara Kelas Kakap

Redaktur: Redjo Prahananda

Jaksa Agung HM Prasetyo pada acara serah terima barang milik negara dari KPK di Kejagung, Selasa (24/7).

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima sejumlah barang rampasan dari kasus tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Serah-terima barang rampasan ini dilakukan setelah kasusnya telah berkekuatan hukum tetap alias inkracht.

"Setelah melalui proses yang panjang akhirnya direalisasikan dan sangat relevan," ujar Jaksa Agung HM Prasetyo pada acara serah terima barang milik negara dari KPK di Kejagung, Selasa (24/7).

Dia menerangkan, barang rampasan ddari lembaga anti rasuah meliputi empat unit mobil terkait kasus mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Djoko Susilo dan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin.

Selain itu, ada pula barang rampasan lainnya berupa satu unit rumah dari kasus mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK), Akil Mochtar. Serah terima barang rampasan ini dipastikan telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan RI.

"Bentuk nyata dari sebuah kebersamaan, saling mendukung dan saling menguatkan antar aparat penegak hukum, dalam hal ini di antara KPK dengan Kejaksaan RI," ujar dia.

Kerjasama ini diperlukan mengingat dalam praktiknya pengelolaan dan penyelesaian terhadap barang rampasan negara kerap kali dihadapkan dengan permasalahan rumit dan tidak sederhana.

"Seringkali mengundang anggapan negatif terhadap lembaga penegak hukum yang menanganinya karena dipandang berpotensi terjadinya ketidakpastian hukum," ujar Prasetyo.

Sebagai informasi, barang rampasan berupa satu unit rumah dari tersebut rencananya akan dimanfaatkan sebagai rumah dinas Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI. Rumah tersebut berlokasi di Jalan Pancoran Indah 3 No 8, Jakarta Selatan, DKI Jakarta dengan luas tanah/bangunan 140 m2/172 m2 senilai Rp 3.033.706.000.

Selain itu, tiga unit kendaraan dari kasus Djoko Susilo akan dihibahkan untuk dimanfaatkan sebagai kendaraan operasional Kejaksaan Negeri Magetan, Jawa Timur. Ketiga kendaraan itu antara lain, 1 unit Toyota Fortuner 2.5 GAT tahun 2013 senilai Rp 274.564.000, 1 unit Toyota Kijang Innova V XW43 Tahun 2007 senilai Rp 94.934.000, dan 1 unit Isuzu Tahun 1996 senilai Rp 28.380.000.

Sedangkan 1 unit kendaraan lainnya dari kasus Fuad Amin akan dihibahkan untuk dimanfaatkan sebagai kendaraan operasional Kejaksaan Negeri Bangkalan. Kendaraan itu bermerek Hyundai H1 2.4 Tahun 2010 senilai Rp 100.595.000. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #kejaksaan-agung #serah-terima-barang-milik-negara-dari-kpk-di-kejagung 

Berita Terkait

IKLAN