Rabu, 19 September 2018 06:31 WIB
pmk

Politik

Ini Dia, Tiga Sosok Muda Kandidat Cawapres Prabowo

Redaktur:

Foto : Image

INDOPOS.CO.ID - Prabowo Subianto mengatakan bahwa sosok calon wakil presidennya (Cawapres) haruslah sosok yang berjiwa muda yang mampu menarik suara pemilih kaum milenial. Siapakah itu?

Bagi pengamat politik Muslim Arbi, jika ditelisik dari koalisi yang saat ini sudah terbangun adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintan (PBB) dan Demokrat yang baru bergabung, maka sosok yang berpeluang ada di tiga nama, yakni Anies Baswedan, Mardani Ali Sera dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kalau syaratnya jiwa muda untuk menarik suara pemilih, maka bisa saja pilihannya ada tiga sebagaimana yang selama ini dibicarakan publik. Yakni Anies, Mardani atau AHY," ucap Muslim kepada INDOPOS, Rabu (25/7).

Menurut Muslim, Anies Baswedan berpengalaman di eksekutif, yakni pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Meski pada akhirnya direshuffle oleh Joko Widodo. Tapi mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sukses mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama menjadi gubernur DKI dan mampu menjalankan banyak  janji kampanyenya meski baru sembilan  bulan menjabat," ujarnya.

Bahkan Anies dianggap sukses menata dan  pimpin Ibu Kota Negara. "Meski dalam waktu singkat, sudah menyabet sebagai We Love City dan mengalahkan Tokyo dan Vancouver Kanada," jelasnya.

Selain itu, kata Muslim, cucu dari pahlawan nasional AR Baswedan ini masuk dalam daftar 20 calon pemimpin masa depan dalam sejumlah deretan tokoh dunia oleh Majalah Foresight di tahun 2010.

"Penilaian majalah luar negeri itu tentu tak bisa dipandang remeh bahwa Anies dipandang oleh masyarakat dunia," terangnya.

Namun, ucapnya, jika melangkah menjadi cawapres, maka Anies yang kelahiran 7 Mei 1969 itu dinilai melanggar satu janji kampanyenya yakni akan memperbaiki Jakarta hingga lama tahun masa jabatannya,

"Dan pastinya publik akan menganggap Anies sama seperti Jokowi yang meninggalkan jabatan Gubernur DKI dengan janji dan sumpah nya," cetus Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu).

Sosok muda lainnya, Mardani Ali Sera, kata Muslim, sudah teruji dalam Pilkada DKI 2017 lalu. Mardani memegang peranan penting bagi kesuksesan Anies-Sandi memimpin Ibukota.

"Sebagian pihak menganggap ini dagelan politik. Orang boleh menertawakan kemungkinan ini, tapi jangan lupa, selain pengalaman di legislatif, dia manajer tim pemenangan Anies-Sandi di pilkada DKI,” ujarnya.

Selain saat ini masih menjadi anggota DPR, lanjut Muslim, Mardani telah sukses membuat pihak Istana Jokowi ketar-ketir atas gerakan  #2019GantiPresiden yang sekarang sedang jadi ikon oposisi rakyat di dalam maupun luar negeri.

"Mardani bagi saya seorang yang briliant. Kecerdasannya memainkan strategi berpolitik patut di acungkan jempol. Dan bisa jadi cara-caranya bermain strategi ini mampu membawa Indonesia lebih baik lagi. Dan gerakan yang dia lakukan di media sosial banyak disukai kaum millenial," tukasnya.

Lalu, bagaimana dengan AHY? Putera tertua mantan Presiden SBY ini dinilai belum cocok menjadi cawapres.

"Di usia yang masih 39 tahun, AHY belum berpengalaman di pemerintahan maupun legislatif. Bahkan untuk persaingan pemilihan gubernur DKI saja dia kalah. Jadi saya kira berat untuk memajukannya menjadi cawapres Prabowo," ucapnya.

Namun, kalau ingin memaksakan AHY menjadi cawapres Prabowo, lanjutnya, hal itu lebih didasari unsur pemaksaan Dinasti.

"Tapi kalau saya menyarankan lebih baik AHY jadi menteri saja dulu belajar birokrasi. Baru nanti di Pemilu 2014 bisa diajukan jadi Capres maupun cawapres," pungkasnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #cawapres-prabowo #ahy #sby #prabowo 

Berita Terkait

PD Benarkan SBY Diminta Jadi Penasehat Prabowo

Politik

SBY Absen di Sidang Tahunan

Nasional

BREAKING NEWS - Prabowo-Sandi Gaet Jusuf Kalla

Politik

Ini Alasan SBY tak Antar Prabowo Daftar Capres

Politik

IKLAN