Rabu, 26 September 2018 02:02 WIB
pmk

Hukum

Suap Gubernur Aceh, Ahmadi Kembali Diperiksa KPK

Redaktur:

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Bupati Bener Meriah, Ahmadi dan orang kepercayaan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal. Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan dalam kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

"Ahmadi, Bupati Kabupaten Bener Meriah dan Hendri Yuzal, saksi untuk IY (Irwandi Yusuf)," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Rabu (25/7).

Tim penyidik KPK juga memeriksa Teuku Saiful Bahri untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Penyidik sedang mendalami mengenai aliran dana suap untuk tersangka Irwandi Yusuf. "KPK sedang menggali informasi dari saksi-saksi tentang aliran dana suap untuk tersangka Irwandi,” kata Febri

Ahmadi diduga menyuap Irwandi Yusuf serta Hendri Yuzal dan Saiful Bahri sejumlah Rp 500 juta. Ini merupakan bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta gubernur terkait pembahasan anggaran dana otonomi khusus (otsus) dalam penganggaran antara provinsi dan kabupaten tahun anggaran 2018.

Pemberian kepada Gubernur Irwandi Yusuf itu diduga dilakukan melalui orang-orang dekat gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah yang bertindak sebagai perantara.

KPK menyangka Ahmadi selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tidak pidana korupsi.

Sedangkan Irwandi, Hendri, dan Saiful sebagai penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kpk #kasus-suap-gubernur-aceh 

Berita Terkait

IKLAN