Senin, 19 November 2018 10:59 WIB
pmk

Politik

Calon Cawapres Jokowi, Begini Figur Moeldoko dari Kaca Mata Netizen

Redaktur: Redjo Prahananda

Jenderal (Purn) TNI, Moeldoko.

INDOPOS.CO.ID - Penggiat Media Sosial Denny Siregar dibuat takjub karakter Jenderal (Purn) TNI Moeldoko.

Figur Moeldoko ini tetap hangat dan santun, meski sikap keras melalui media sosial sempat dilontarkan Denny. Hingga, Denny berpikir bila Moeldoko figur ideal seorang cawapres untuk Pilpres 2019.

Denny berbagi cerita soal figur Moeldoko. Apalagi beda pandangan pada sebuah isu pernah ditanggapi Denny secara tajam. Mengomentari isu pencabutan status tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS), Denny mengirimkan komentar pedas.

Dia menggunakan akun Twitter-nya, @Dennysiregar7, pada akhir April silam. Dia sempat mengkritisi pernyataan Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Denny menuliskan, “Presiden @jokowi dan bapak @Dr_Moeldoko terhormat, statemen ini membuat kelompok mereka menjadi besar kepala. Kalau pencabutan itu benar terjadi, saya orang pertama mengundurkan diri dari pendukung dan mencabut hak saya untuk memilih”.

Hingga selang beberapa waktu, Denny bertemu dengan Moeldoko. Denny menyebutkan, pertemuan dengan mantan Panglima TNI ini bermula dari sikap ‘iseng’ dalam sebuah kesempatan.

“Pak, ini lho Denny kemarin dia ingin mundur kalau HRS dapat SP3”. Sontak saja seluruh hadirin pun menjadi tertawa, termasuk Moeldoko.

“Kaget juga saya. Waduh, buka kartu. Padahal, dari tadi saya sudah ngumpet di bangku belakang. Tidak ingin menonjol dan kelihatan. Bukannya apa-apa, takut beliau salah sangka, karena saya mau mundur beneran,” jelas Denny.

Tanpa diduga, Moeldoko merespon lalu penasaran dengan sosok Denny. “Mana yang katanya mau ngebully saya?”

Dengan perlahan, Denny maju menemui Moeldoko. Sikap Moeldoko ternyata di luar dugaannya. Dia terlihat sangat ramah bahkan menjabat tangan Denny dengan hangat. “Saya ketemu Pak Moeldoko baru sekali. Dari dekat ternyata ramah. Dia begitu santai dan penuh canda. Jauh berbeda dari struktur wajah tegas dan kaku,” tulisnya lagi.

Denny mengakui kapabilitas seorang Moeldoko. Seorang Jenderal dan Mantan Panglima TNI, tentu sarat pengalaman dan kebijaksanaan.

Denny sekaligus menyinggung isu kuat Moeldoko calon kuat cawapres pendamping Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. “Dia memang pantas, meski keputusan di tangan Pak Jokowi. Semua tahu, sulit menebak langkah Jokowi,” katanya.

Denny kemudian mengambil gambaran kedekatan Jokowi dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

“Cak Imin sempat GR (gede rasa) ketika Pak Jokowi menepuk-nepuk pundak. Toh seperti saya bilang. Jokowi penguasa panggung. Dan, dia tidak suka orang lain memanfaatkan dia,” jelas dia lagi.

Denny kemudian melakukan kalkulasi politik. Dia memetakan kekuatan Jokowi dengan tiga orang jenderal di sekeliling dia termasuk figur Moeldoko.

Figur jenderal ini banyak memberi jalan keluar bagi Jokowi. Memainkan strategi-strategi penting sehingga banyak mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara sekarang Indonesia.

“Saya sudah berkomunikasi dengan tiga jenderal pendamping Jokowi. Kesimpulan mereka sama, mereka bertiga ini seorang santai, spontan, dan tidak memandang lebih tinggi dari lawan bicara. Secara kualitas, mereka semua juga sudah sangat teruji,” ujar dia.

Denny memanfaatkan momen pertemuan dengan Moeldoko.“Titip Pakde, Pak. Beliau harapan kami. Supaya negeri ini bisa sejahtera. Musuh beliau banyak, tapi saya percaya beliau di tangan tepat,” katanya.

Mendengar pesan Denny, Moeldoko merespon dengan hangat. Terlebih, Moeldoko juga punya mimpi Indonesia lebih maju di masa depan.

“Kata dia, percayakan saja semua kepada dia dan orang baik di sekitar Jokowi. Sebab, Moeldoko ini memiliki mimpi sama. Biarkan mereka mengawal Indonesia supaya maju,” tutur dia.(rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #calon-cawapres-jokowi #moeldoko 

Berita Terkait

IKLAN