Jumat, 21 September 2018 11:50 WIB
pmk

Lifestyle

Anak High Tech, Ortu Jangan Gaptek

Redaktur:

SANTAI-Talkshow tentang bagaimana cara efektif memanfaatkan era digital saat ini dalam "Bincang Shopee" di Jakarta. Foto: DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Saat ini, perangkat digital dan akses internet telah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak. Membekali anak dengan teknologi, memang perlu, sehingga akses ilmu dan informasi lebih mudah. 

Namun, orangtua juga perlu mengawasi anak agar berkembang dengan konten yang tepat. Inisiator Gerakan Semua Murid Semua Guru dan Kelurga Kita Najeela Shihab mengatakan, sudah sepatutnya sebagai orangtua untuk dapat memastikan anak-anak mereka berinteraksi dengan teknologi lewat cara yang sehat dan bertanggung jawab. ''Sebagai orangtua, kita perlu bersikap sensitif dan responsif. Khususnya terkait aktivitas dan interaksi di dunia digital, serta memahami tantangan dan hambatan kita sebagai orang tua,'' ujarnya dalam acara Bincang Shopee di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, Sabtu (21/7) lalu.

Meskipun teknologi digital dapat digunakan untuk membantu anak-anak belajar dan berkembang, menurutnya orangtua wajib memantau jenis informasi apa yang dapat diakses. Bahkan, seberapa sering anak-anak menggunakan gadget mereka. 

''Kita perlu membekali anak keterampilan dalam dunia digital dengan memberdayakan, bukan mengontrol. Serta mencontohkan, bukan menasehatkan. Sehingga, dapat bertanggung jawab ketika berinteraksi di dunia digital,'' katanya.

Nah, untuk orangtua, lanjut dia, setidaknya ada empat kiat untuk dapat mengasuh anak di dunia digital dengan baik menurut Najeela. Pertama, Berdayakan Anak. 

"Bukan sekadar melarang atau menyensor materi digital, tapi orangtua juga wajib membekali anak dengan keterampilan untuk dapat memilah dan memilih konten, serta aktivitas di dunia digital yang sesuai dengan tahap perkembangan anak," sarannya. Kemudian, sambung dia, memahami tantangan. Tantangan terbesar orangtua adalah tidak menjadikan pendampingan anak di dunia digital sebagai prioritas atau menganggap anak akan paham dengan sendirinya. 

"Hindari berlindung dari keadaan bahwa diri kita gaptek, sehingga tidak perlu belajar lebih jauh mengenai dunia digital. Jangan lupa untuk melakukan komunikasi efektif," terangnya lagi.

Menurutnya, orangtua harus memastikan cara berkomunikasi orangtua pada anak mencapai tujuannya, yaitu memenuhi kebutuhan anak dan sesuai dengan tujuan pengasuhan. "Pastikan sikap dan ucapan kita lebih memahami karakter si anak. Sampaikan dengan hal-hal yang bisa memotivasi dan memberikan dampak positif, bukan sebaliknya," imbaunya.

Terakhir, kata dia, buatlah kesepakatan bersama. Buat kesepakatan tentang penggunaan teknologi atau gadget bersama anak dan konsisten dalam menjalankannya. 

"Penting bagi orangtua untuk turut melibatkan anak dalam membuat kesepakatan. Dengan demikian, anak merasa pendapatnya dihargai dan dianggap penting sehingga dapat menerapkannya dengan tepat," ulasnya. 

Menggunakan gadget secara tepat pada anak juga sempat diimbau Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam peringatan Hari Anak Nasional. Dia mengimbau, agar anak-anak dibatasi dari penggunaan gadget.

Rudiantara mengatakan, anak Indonesia harus sehat dan gembira, agar dapat belajar dengan tengan dan tangguh dalam menggapai cita-cita mereka. "Banyaklah bermain di alam, batasi penggunaan gadget. Selamat Hari Anak Nasional 2018. #AnakGENIUS #HAN2018 #KemenPPPA @kpp_pa," kata Menkominfo dalam cuitannya di akun Twitter miliknya.

Dalam berbagai kesempatan, Rudiantara menganjurkan agar orangtua memastikan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi kepada anak dapat dilakukan dengan bijak. "Saya minta tolong, jaga anak-anak agar tidak berlebihan menggunakaan ponsel. Jangan sampai digunakan untuk mengakses hal-hal yang negatif," ucapnya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #era-digital 

Berita Terkait

Era Digital, Perusahaan Harus Eksis di Dunia Maya

Indobisnis

Di Era Digital, Moms Harus Cerdas

Lifestyle

IKLAN