2030, DKI Target Zero AIDS

INDOPOS.CO.ID – Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan program “fast track” untuk mengakhiri epidemi AIDS di Ibu kota. Pemprov menargetkan, 2030 Jakarta terbebas dari HIV/AIDS.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Arifin mengatakan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jakarta Selatan yang bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahaya AIDS dan bagaimana menghindarinya.

Baca Juga :

Bandel, Satpol PP Segel Restoran Cepat Saji

Secara nasional, kasus HIV/AIDS di DKI Jakarta masih tinggi secara nasional. Pada tahun 2017 saja terdata Ibu kota Jakarta masuk urutan ke-4 setelah Papua, Papua Barat, dan Jawa Timur. Informasi yang dihimpun data dari KPA,

dari ribuan pekerja tempat hiburan yang diperiksa, 20-30 persen diduga positif mengidap HIV/AIDS. Perlu diketahui di Jakarta sendiri terdapat hot spot penyebaran HIV/AIDS, seperti tempat hiburan terdiri dari griya pijat, mandi uap, diskotik, karaoke, music hidup ,dan klub malam, serta pusat olahraga kesegaran jasmani. 

Baca Juga :

Kepatuhan Warga Pakai Masker Masih Minim

Sehingga upaya pencegahan yang dilakukan Pemprov DKI diantaranya melalui aksi door to door melayani dan mendatangi langsung para penderita HIV/AIDS. Dalam aksinya, lokja-pokja yang tersebar di Jakarta rutin menggelar sosialisasi serta pembekalan kepada pengidap HIV/AIDS. 

“Hapus stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS dan jangan mereka dikucilkan,” sebut Arifin. Untuk data kasus HIV/AIDS di Jakarta Selatan sendiri, Arifin mengaku belum menerima data perbandingan berapa jumlah kasus yang ada dari KPAP DKI Jakarta. 

Baca Juga :

Nekat Beroperasi, Panti Pijat Digerebek

Namun yang pasti, sambung Arifin, kita lakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. “Semisal, di Puskesmas petugas memberikan layanan dengan orang HIV/AIDS (ODHA). Kita ingin mereka melakukan pemeriksaan VCT diambil sample darahnya apakah positif atau negatif menderita HIV,” tandasnya. (ibl) 

Komentar telah ditutup.