Rabu, 26 September 2018 04:22 WIB
pmk

makanmakan

Soup Ikan Jadi Destinasi Kuliner Wajib

Redaktur:

WARISAN : Warung Mak Beng yang berdiri sejak 1940-an, tetap bertahan dan digemari karena konsisten dengan racikan bumbu khas Bali dari resep warisan sang nenek.(KUSUMA YONI/BALI EXPRESS)

INDOPOS.CO.ID - Secara umum, menu masakan khas Bali tidak jauh berbeda antara satu daerah dengan daerah lain.  Namun, masing-masing daerah memiliki citarasa  yang bisa menjadi ciri khas daerah tersebut. Sebut saja  Desa Sanur  sebagai kawasan pesisir di Selatan Kota Denpasar,  di mana budaya kuliner tidak terlepas dari bahan baku yang berasal dari laut.  Sehingga menu olahan ikan dan hasil laut lainnya, sudah menjadi ciri khas Desa Sanur.

Salah satu destinasi kuliner di Kawasan Sanur yang menyajikan olahan laut dengan rasa yang konsisten sejak tahun 1940-an silam adalah Rumah Makan Mak Beng Sanur.

Rumah makan yang berlokasi di Jalan Hang Tuah No 45 Sanur ini,  tidak saja dikenal oleh masyarakat Sanur, namun  sudah  menjadi destinasi kuliner wajib bagi wisatawan yang datang ke Bali, jika ingin menikmati menu olahan ikan laut khas Bali.

Jika wisatawan memasuki rumah makan yang terletak 100 meter dari bibir pantai Sanur ini, akan langsung disambut staf Warung Mak Beng yang dengan sigap melayani pelanggannya. 

Agus Mahendara, pengelola Warung Mak Beng , mengakui Warung Mak Beng hanya menyajikan satu jenis menu saja, yakni paket nasi ikan goreng lengkap dengan soup ikan.

Menurut Agus, menu yang disajikan ini adalah menu masakan ikan khas Bali yang sudah dijual sejak tahun 1940 oleh neneknya Ni Ketut Tjuki. “Nenek saya ini adalah pendiri dari warung ini sejak tahun 1940-an sampai sekarang,  dan menu yang disajikan adalah menu tunggal, yakni ikan goreng dan soup ikan bumbu Bali,” jelasnya.

Selain jenis menu makanan yang disajikan tetap sama, Agus menjamin rasa makanan juga  tetap sama sejak tahun 1940-an silam. Rahasianya, lanjut Agus, terletak pada racikan bumbu khas Bali yang merupakan resep warisan dari neneknya.

Menu makanan Mak Beng yang terdiri dari sepotong besar ikan goreng, soup ikan dan nasi putih ini, memang memiliki citarasa khas masing-masing. Mulai dari ikan goreng yang disajikan,  merupakan  perpaduan antara rasa gurih ikan laut yang renyah  di bagian luar, namun tetap gurih di bagian dalamnya.

Selanjutnya adalah soup ikan ala Warung Mak Beng, memiliki rasa sedikit pedas dengan kombianasi rasa asam segar yang didapat dari campuran mentimun dan belimbing wuluh yang digunakan dalam jumlah yang lumayan banyak. “Fungsi dari belimbing wuluh dan bumbu Bali ini untuk menghilangkan rasa amis pada ikan, sehingga tidak memerlukan bahan penyedap kimia,” paparnya.

Meskipun bahan baku dari masakan di Warung Mak Beng ini adalah ikan laut, namun Agus  tidak menggunakan sembarang jenis ikan. Adapun jenis ikan laut yang digunakan adalah ikan kakap merah, tengiri, dan cakalang. Penggunaan ikan ini diakuinya karena ikan tersebut memiliki tekstur yang padat, sehingga tidak mudah hancur ketika dimasak.

Saat memasaknya pun Agus mengaku tidak sembarangan. Untuk membuat soup ikan, pihaknya menggunakan bagian kepala, sirip, dan ekor ikan. Sedangkan untuk ikan goreng biasanya digunakan bagian perut atau tengah ikan. Sehingga pelanggan bisa mendapatkan potongan ikan yang besar seperti steak dan sedikit duri. 

Agus menambahkan,  ada satu lagi dari menu makanan  khas yang tidak dimiliki oleh warung lainnya, yakni sambal terasi ala Warung Mak Beng. “Sambal ini merupakan sambal yang dibuat secara turun temurun dan merupakan resep keluarga,” terangnya.

Harga menu paket ikan yang disajikan di Warung Mak Beng cukup terjangkau, yakni Rp 45 ribu per porsi yang terdiri dari ikan goreng, soup ikan, dan nasi putih.

Warung Mak Beng tidak saja dikenal  masyarakat lokal Bali, namun  sudah dikenal  wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Bali. Seperti yang diungkapkan Dian Martina, salah seorang wisatawan asal Jakarta yang kemarin sengaja datang ke Warung Mak Beng, setelah beberapa hari berlibur di Bali.

Dian mengaku mengenal Warung Mak Beng dari almarhum ayahnya, yang sejak tahun 1980-an sudah sering mengajaknya makan jika berlibur ke Bali. “Saya kenal warung Mak Beng ini sejak tahun 1980-an,  sering diajak ayah saya makan di sini jika berlibur ke Bali,” jelas perempuan yang tahun ini berumur 38 tahun. 

Menurut Dian, sejak pertama kali mencicipi soup ikan dan ikan goreng di Warung Mak Beng, hingga saat ini rasanya  masih tetap sama. Sehingga, Warung Mak Beng menjadi destinasi yang wajib dikunjungi jika berlibur ke Bali. “Bahkan kalau memungkinkan, biasanya sebelum ke bandara, saya sering bungkus beberapa paket nasi untuk dibawa atau dijadikan oleh-oleh kerabat yang ada di Jakarta,” tambahnya. (bx/gek/rin/yes/jpg)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kuliner #indoposmakan-makan 

Berita Terkait

Santapan Si Hijau yang Mungil

makanmakan

Santapan Si Hijau yang Mungil

makanmakan

Variasi Sajian Khas Kanton

makanmakan

Variasi Sajian Khas Kanton

makanmakan

IKLAN