Sabtu, 17 November 2018 09:55 WIB
pmk

Hukum

Skandal BLBI, Pengacara Pertanyakan Hasil Audit BPK Berbeda

Redaktur: Redjo Prahananda

Pengacara Sjamsul Nursalim, Otto Hasibuan dan Maqdir Ismail dan David Suprapto dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Rabu (25/7). Yudha Krastawan

INDOPOS.CO.ID - Pengacara Sjamsul Nursalim, Otto Hasibuan mempertanyakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2017 .

BPK menemukan kerugian negara atas penerbitan Surat Keterangan Lunas atau SKL Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada sang klien. Sjamsul bekas tersangka skandal BLBI.

"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, sangat menyedihkan," kata Otto Hasibuan dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Rabu (25/7). 

Dia menyatakan hasil audit tersebut berbeda dengan audit BPK satu dekade lalu Berdasarkan audit BPK tahun 2002 dan 2006, Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS) BDNI telah closing dan pantas mendapatkan SKL.

"Sangat ironis sekali. Bayangkan, institusi negara sebagai penentu kerugian negara, kasih laporan berbeda. Kalau begini terus bagaimana kepastian hukum di sini," ujar Otto. 

Maqdir Ismail, sekaligus pengacara Sjamsul Nursalim,  berpendapat kasus ini tidak semestinya diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena PKPS tersebut sudah closing dan SKL sudah terbut. Apalagi, Kejagung telah menghentikan penyidikan kasus ini atau telah memberikan SP3 , 2004 lalu.

"Sebelum laporan BPK itu (tahun 2017) penyelesaian perkara pidana terkait dengan BDNI sudah di Kejagung. Dengan SP3 termasuk berhubungan dengan hasil audit BPK, maka pidana sudah selesai," jelas Maqdir. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #skandal-blbi #otto-hasibuan #kasus-blbi #sjamsul-nursalim 

Berita Terkait

IKLAN