Minggu, 23 September 2018 02:02 WIB
pmk

Politik

PDIP ke SBY: Jangan Salahkan Mega

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menanggapi keluhan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai hubungannya dengan Megawati Soekarno Putri yang masih menyisakan jarak.

Hasto sebut, keluhan SBY ini merupakan kebiasaan musiman jelang pemilihan umum. Ia juga meminta semua pihak untuk melihat rekam jejak Mantan Pangdam Sriwijaya itu di masa lalu. Bahkan, menurut Hasto, keluhan musiman SBY terselip harapan untuk mensukseskan Putra Sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono.

"Seluruh pergerakan politik Pak SBY adalah untuk anaknya, sementara Ibu Megawati jauh lebih luas dari itu. Ibu Mega selalu bicara untuk PDI Perjuangan; untuk Pak Jokowi; untuk rakyat, bangsa dan negara, sementara Pak SBY selalu saja mengeluhkan hubungan itu," ucap Hasto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/7).

Ia menegaskan bahwa gagal tidaknya Partai Demokrat berkoalisi dengan partai politik pemerintah, lebih karena kalkulasi rumit yang dilakukan SBY, di mana hanya fokus pada masa depan AHY.

"Jadi sebaiknya pemimpin itu bijak, kalau tidak bisa  berkoalisi dengan Pak Jokowi karena sikapnya yang selalu ragu-ragu, ya sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Mega seolah sebagai penghalang koalisi tersebut. Sekiranya Pak SBY mendorong kepemimpinan Mas AHY secara alamiah terlebih dahulu, mungkin sejarah bicara lain," paparnya

Ia pun mengingatkan momen jelang Pilpres tahun 2004 di mana saat itu SBY menyatakan diri sebagai orang yang dizolimi. "Secara psikologis, seharusnya yang menzolimi itu yang merasa bersalah, tetapi kenapa ya Pa SBY justru nampak sebagai pihak yang merasa bersalah dan selalu menuduhkan hal yang kurang pas tentang Ibu Mega?" cetusnya.

Terakhir, Hasto juga menceritakan momen pencapresan tahun 2014. Ketika itu ada salah satu Ketua Umum Partai yang mendesak Megawati agar bertemu SBY guna memastikan kemenangan Pak Jokowi.

"Ibu Megawati menegaskan bahwa Pak Jokowi akan menang karena dukungan rakyat. Sekiranya pertemuan saya dengan Pak SBY dianggap sebagai faktor utama kemenangan Pak Jokowi, maka kasihan rakyat yang telah berjuang. Banyak rakyat kecil yang iuran 20-50 ribuan untuk Pak Jokowi. Masak dukungan rakyat yang begitu besar untuk kemenangan Pak Jokowi kemudian dinihilkan hanya karena pertemuan saya," kata Hasto menirukan ucapan Megawati saat itu. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pdip #partai-demokrat #pilpres-2019 #sby #megawati-soekarno-putri 

Berita Terkait

IKLAN