Selasa, 20 November 2018 07:26 WIB
pmk

Indobisnis

Portofolio Kredit BCA Meningkat 14,2 Persen YoY

Redaktur: Ali Rahman

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (keempat dari kanan) bersama jajaran Direksi dan Komisaris BCA, dalam Paparan Kinerja Semester I 2018 di Jakarta, Kamis (26/7).

INDOPOS.CO.ID - Kinerja keuangan PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) dan para entitas anak, semester I 2018 menunjukan performa yang cemerlang. Posisi neraca BCA tumbuh sehat dengan portofolio kredit meningkat 14,2 persen YoY menjadi Rp 494 triliun serta dana giro dan tabungan (CASA) naik sebesar 12,7 persen YoY menjadi Rp 481 triliun.

"BCA berhasil membukukan pertumbuhan kredit yang positif pada semester I 2018, di mana sebagian didorong oleh efek musiman periode perayaan Idul Fitri. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan aktivitas bisnis nasabah selama bulan tersebut," ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, dalam Paparan Kinerja Semester I 2018 di Jakarta, Kamis (26/7).

Pada akhir Juni 2018, portofolio kredit BCA tercatat sebesar Rp 494 triliun, tumbuh 14,2 persen dibandingkan dengan posisi yang sama tahun sebelumnya. Kredit korporasi meningkat 19,1 persen YoY menjadi Rp 191,4 triliun, sementara kredit komersial dan UKM naik 15,1 persen YoY menjadi Rp 174,8 triliun. Kredit konsumer tumbuh 6,0 persen YoY menjadi Rp 128,2 triliun.

Pada portofolio kredit konsumer, kredit pemilikan rumah naik 4,0 persen YoY menjadi Rp 74,6 triliun dan kredit kendaraan bermotor meningkat 8,1 persen YoY menjadi Rp 41,3 triliun. Di periode yang sama, outstanding kartu kredit tumbuh 10,8 persen YoY menjadi Rp 12,3 triliun.

Rasio kredit bermasalah (NPL) berada pada level 1,4 persen pada akhir Juni 2018, berada dalam tingkat toleransi risiko yang masih dapat diterima. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) tercatat sebesar 187,8 persen.

"BCA mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang sehat dengan rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) sebesar 77,0 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 22,8 persen per 30 Juni 2018," jelas Jahja Setiaatmadja.

Menurutnya, kepercayaan nasabah pada bisnis perbankan transaksi BCA telah mendukung kenaikan CASA yang merupakan faktor pendorong pertumbuhan dana pihak ketiga. CASA BCA meningkat 12,7 persen YoY menjadi Rp 481,3 triliun dan tetap merupakan porsi utama dari dana pihak ketiga yaitu sebesar 78,2 persen pada akhir Juni 2018. Dalam komposisi CASA, dana tabungan tumbuh
13,2 persen YoY menjadi Rp 315,1 triliun, sementara dana giro meningkat 11,8 persen YoY mencapai Rp 166,2 triliun.

Adapun dana deposito tercatat sebesar Rp 134,3 triliun atau turun 7,6 persen YoY. Meskipun mengalami penurunan secara YoY, dana deposito meningkat dibandingkan dengan posisi Maret 2018, sejalan dengan kenaikan suku bunga deposito.

"Dengan demikian, secara keseluruhan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 7,6 persen YoY, menjadi Rp 615,6 triliun pada akhir Juni 2018," jelas Jahja Setiaatmadja.

BCA menutup periode semester I 2018 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,4 perseb YoY menjadi Rp 11,4 triliun dari Rp 10,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan operasional BCA yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, meningkat 7,6 persen menjadi Rp 29,5 triliun pada semester pertama 2018 dibandingkan Rp 27,4 triliun pada semester pertama 2017.

"Kami meyakini bahwa Indonesia memiliki fondasi perekonomian yang kokoh dan prospek perekonomian yang positif ke depannya meskipun saat ini sedang dihadapkan pada kondisi makro ekonomi yang dinamis. Posisi neraca yang solid dan penerapan praktik perbankan yang berhati-hati akan terus menjadi fondasi yang dalam pertumbuhan BCA ke depannya," pungkasnya. (dai)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #bank-bca #kinerja-bca-semester-i-2018 #jahja-setiaatmadja 

Berita Terkait

IKLAN