Minggu, 23 September 2018 03:57 WIB
pmk

Indobisnis

Kinerja BNI Syariah Tumbuh Positif di Triwulan II Tahun 2018

Redaktur: Ali Rahman

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah FirmanWibowo (kedua dari kiri jongkok) memperagakan siap melakukan kejuaraan lari sebagai ilustrasi semangat dan transformasi dari Bank BNI Syariah.

INDOPOS.CO.ID - Kinerja Bank BNI Syariah triwulan II tahun 2018 mengalami pertumbuhan yang semakin positif. Laba bersih mencapai Rp 202,9 miliar. Atau naik 23,0 persen dari bulan Juni 2017 sebesar Rp 165,1 miliar.

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, kenaikan laba tersebut disokong ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal. Cerminan pertumbuhan itu, lanjut Firman, terlihat dari asset BNI Syariah pada triwulan 2 tahun 2018 mencapai Rp 37,7 triliun. Aau naik sebesar 22,9 persen dari triwulan 2 tahun 2017.

“Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industry sebesar 16,9 persen berdasarkan data SPS per April 2018 BUS-UUS. Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 25,1 triliun. Atau naik 11,4 persen dengan kontribusi pertumbuhan pembiayaan pada segmen komersial 22,0 persen,” ujar Firman saat paparan kinerja keuangan perusahaan di gedung BNI Syariah, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/7).

Kemudian Hasanah Card 14,6 persen, rinci Firman, SME 12,3 persen, konsumer 7,8 persen dan mikro 2,9 persen. Komposisi pembiayaan sampai Juni 2018, terdiri dari segmen Konsumer sebesar Rp 12,9 triliun. Atau 51,5 persen, diikuti segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp 5,5 triliun. Atau 22,0 persen, segmen Komersial Rp 5,3 triliun (21,0 persen), segmen Mikro Rp 995,5 miliar (4,0 persen), dan Hasanah Card Rp 387,5 miliar (1,5 persen).

Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, yaitu pada bulan Juni tahun 2018 rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 3,04 persen, di bawah rata-rata industri yang mencapai 4,06 persen (data SPS per April 2018 BUS-UUS).

Sedangkan pengimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 32,4 triliun. Atau naik 21,5 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industry sebesar 16,5 persen (data SPS per April 2018 BUS-UUS) dengan jumlah nasabah sebesar 2,6 juta. Komposisi DPK tersebut didominasi oleh dana murah (Girodan Tabungan) yang mencapai 52,8 persen.

“Pencapaian tersebut merupakan wujud nyata hasil kinerja dan doa seluruh insane hasanah yang terus berkarya untuk BNI Syariah. Hal ini ditunjang oleh komitmen BNI Syariah untuk terus mengikuti perkembangan era digital yang bergerak dinamis,” tutupnya. (ers)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kinerja-bni-syariah #abdullah-firman-wibowo 

Berita Terkait

IKLAN