Sabtu, 17 November 2018 08:17 WIB
pmk

Hukum

Polisi Bisu, Novel Desak Jokowi Tuntaskan Kasus Penyiraman

Redaktur:

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kedatangan tenaga baru muka lama yaitu penyidik senior KPK Novel Baswedan, Jumat (27/7). Kehadiran Novel disambut hangat oleh Ketua KPK Agus Rahardjo, Mantan Ketua KPK Abraham Samad, dan para pegawai KPK lainnya.

Ini memperlihatkan betapa semua pegawai KPK sangat peduli dengan kasus penyiraman air keras yang mengakibatkan mata Novel terluka.

“Terima kasih banyak atas dukungan semuanya, Pimpinan KPK Pak Agus Rahardjo, kawan-kawan aktifis, Pak Abraham Samad, Pak Bambang Wijayanto, dan rekan-rekan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terutama kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung dan terus menerus memberikan perhatian kepada saya, terkait dengan penyerangan yang saya alami saya juga ingin sampaikan bahwa tidak ada rasa sedih dalam diri saya. Apa yang terjadi pada diri saya semuanya saya syukuri, bahkan dalam pertama keali kejadian saya Ikhlas, saya maafkan pelakunya saya tidak dendam,”tutur Novel Baswedan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7).

Novel juga mendesak Bapak Presiden RI Joko Widodo untuk mengungkap kasus yang dialami dirinya.

“Saya mendesak Bapak Presiden agar kasus penyiram ini dituntaskan, saya sejak awal sampaikan bahwa polisi tidak mau mengungkap ini. Saya tegaskan sekali lagi polisi tidak mau, oleh karena itu, saya minta atasannya polisi (Presiden) untuk mengungkap kasus ini. Saya bukan karena dendam, bukan karena marah, bukan karena saya sebagai korban, tapi saya memandang pengungkapan orang-orang yang memberantas korupsi diteror diserang sama pentingnya saya diserang sebagai pemberantas korupsi. Oleh karena itu saya menyampaikan ini, apapun resikonya saya akan sampaikan terus. Karena ini perjuangan yang yang bisa dilakukan,”ujar Novel, Jumat (27/7). (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-penyiraman #novel-baswedan #kpk #polisi-bisu 

Berita Terkait

IKLAN