Kepala Bappenas Ajak Masyarakat Hargai Keberagaman dan Perbedaan

INDOPOS.CO.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Permadi Soemantir Brodjonegoro mengajak masyarakat untuk menghargai keberagaman dan perbedaan. Itu disampaikannya pada seminar nasional bertajuk ‘Harmoni dalam Keberagaman’ di Jogjakarta, Kamis (26/7)

Dalam seminar yang diselenggarakan keluarga alumni SMA Kolose de Britto Jogjakarta itu, Bambang mengatakan menghargai keberagaman dan perbedaan merupakan hal yang sangat penting dilakukan masyarakat Indonesia untuk mengukuhkan solidaritas sosial dan daya rekat antara sesama, serta membangun harmoni sosial dengan memberikan pengakuan terhadap keunikan dan identitas khusus yang melekat pada setiap kelompok berbeda.

Tapi, seiring berjalannya era desentralisasi dan otonomi daerah, serangkaian persoalan mengemuka seperti menguatnya sentimen primordial dan identitas kedaerahan.

“Di sini, pembangunan, khususnya di bidang kebudayaan harus tetap memberi ruang yang cukup bagi tumbuhnya nilai-nilai lokal, pengakuan atas keunikan lokalitas, dan keragaman budaya daerah yang menemukan saluran artikulasi melalui otonomi dan desentralisasi,” ujarnya kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Jumat (27/7).

Menurutnya, berbagai keunikan lokal dan identitas kedaerahan harus ditransformasikan menjadi pilar utama untuk menopang bangunan negara bangsa majemuk dalam suatu consensus nasional dalam wujud NKRI.

“Karena persoalan muncul akibat menguatnya kecenderungan intoleransi dan diskriminasi yang diperkuat dengan semakin pudarnya sikap menghormati keragaman dan kemampuan mengelola perbedaan,” jelasnya.

Dengan begitu, Bambang mengatakan, salah satu prioritas nasional dalam RPJMN 2015-2019 adalah pembangunan manusia yang tidak hanya melihat manusia sebagai sumber daya pembangunan, tapi juga sebagai insan yang berkarakter.

Reformasi mental menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat Indonesia menjadi manusia yang lebih baik, patuh terhadap hukum, dan memiliki rasa toleransi dalam bermasyarakat serta lingkungan yang majemuk.

“Alhamdulillah, progres pembangunan masyarakat itu salah satunya dituangkan dalam Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) dengan variabel toleransi, gotong royong, dan rasa aman,” sebutnya. (dai)

 

Komentar telah ditutup.