Selasa, 20 November 2018 05:16 WIB
pmk

Hukum

Kronologi Suap Proyek Infrastruktur Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan TA 2018

Redaktur: Ali Rahman

Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan tiba di gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7). KPK menangkap 12 orang yang diantaranya adalah Bupati Lampung Selatan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Kamis (26/7) malam dan menyita barang bukti uang tunai Rp 700 juta. Foto: Ismail Pohan/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Kamis (26/7) melakukan Operasi Tangkap Tangan (KPK) di Kabupaten Lampung Selatan. KPK secara keseluruhan mengamankan 13 orang berinisial ZH, ABN, AA, GR, THM, N, EA, S, SUD, DI, E, LTI, F.

Pada siang tadi sekitar pukul 13.38 Wib ZH, ABN,AA,THW tiba di Gedung KPK Jakarta, untuk melakukan serangkaian pemeriksaan secara intensif.

Sebelumnya pada Kamis (26/7) tim mengamankan ABN (Agus Bhakti Nugroho) Anggota DPRD Provinsi Lampung, GR (Gilang Ramadhan) Swasta dari Perusahaan CV 9 Naga, AA (Anjar Asmara) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, F (Farhan) Supir dari GR, E (Evan) Supir dari GR, S (Syahril) Supir AA, dan LTI (Lady Tilova Tamanal) Marketing Hotel di sebuh hotel di Bandar Lampung. Dari tangan ABN tim mengamankan 200 jura yang diduga suap terkaitf Fee proyek, uang tersebut dalam pecahan 100 ribu.

Saat pemeriksaan awal di hotel, Anjar Asmara mengaku ada uang terkait fee proyek dari rekanan lain sebesar 400 juta dirumahnya, uang tersebut disimpan didalam lemari dengan pecahan 50 ribu dan 100 ribu.

Kemudian Tim mengamankan Zainudin Hasan, Bupati Lampung Selatan dirumah pribadinya di Lampung Selatan sekitar pukul 23.00 Wib, bersama Zainudin tim juga mengamankan DI (Dhani Irawan) Protokoer Zainudin, Thinas Amirico (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan), dan SUD (Sudarman) ajudan dari Zainudin Hasan.

Secara pararel, tim juga mengamankan N (Nusantara) Staf GR (Gilang Ramadhan) di Lampug Selatan pulul 23.00 Wib dan mengamankan EA (Eka Aprianto) supir Syahroni.

Diduga pemberian uang Gilang Ramadhan kepada Zainudin Hasan terkait dengan Fee proyek sebesar 10-17 persen di Lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

Diduga Zainudin Hasan mengarahkan semua pengadaan proyek pada Dinas PUPR Lampung Selatan harus melalui Agus Bhakti Nugroho (ABN)

Kemudian Zainudin Hasan meminta Anjar Asmara (AA) untuk berkoordinasi sengan Agus Bhakti Nugroho terkait denfan fee proyek, Anjar kemudian diminta untuk mengumpulkan fee proyek tersebut aebagai dana operasional atau taktis Dinas PUPR. Dana taktis ini diduga penggunaannya sebagian besar untuk keperluan Zainudin.

Dengan pengaturan lelang oleh Agus Bhakti Nugroho pada tahun 2018, Gilang Ramadhan mendapat 25 proyek dengan total nilai 20 miliar. Gilang ikut proyek di Lampung Selatan dengan meminjam banyak nama perusahaan yang tidak semua miliknya.

Uang 200 juta yang diduga berasal dari Agus Bhakti Nugroho disuga terkait bagian dari permintaan Zainudin Hasan kepada Anjar Asmara sebesar 400 juta, yang 200 juta berasal dari pencairan uang muka untuk 4 proyek senilai 2,8 miliar

Empat proyek yaitu:
1. Box Culvert Waysulan dimenangkan oleh CV Langit Biru.
2. Rehabilitasi Ruang Jalan Banding Kantor Camat Rajabasa dimenangkan oleh CV Langit Biru
3. Peningkatan ruas jalan Kuncit Curug dimenangkan oleh CV menara 9
4. Peningkatan tuas Jalan Lingkar Dusun Tanah Luhur Batas Kota dimenangkan CV Laut Merah.

Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam, disimpulkan adanya dugaan Tindak Pindana Korupsi memberi hadiah atau janji kepada Bupati Lampung Selatan terkait proyek Infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan 4 orang tersangka, yaitu si pemberi, GR (Gilang Ramadhan) Swasta, CV 9 Naga. Pemberi, ZH (Zainudin Hasan) Bupati Lamsel, ABN (Agus Bhakti Nugroho) Anggota DPRD Provinsi Lampung, dan AA (Anjar Asmara) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampug Selatan. (cr-1)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #ott-bupati-lampung-selatan #zainudin-hasan #kpk #basaria-pandjaitan 

Berita Terkait

IKLAN