Senin, 24 September 2018 03:14 WIB
pmk

Kesehatan

Anda Ingin Bahagia? Begini Caranya

Redaktur: Redjo Prahananda

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Ilmu pengetahuan mengatakan bahwa orang-orang yang berusaha terlalu keras untuk bahagia, justru berakhir sebaliknya.

Semua orang ingin bahagia, namun kebahagiaan seringkali sulit dicapai.

Sebagian karena kita memiliki gagasan yang sangat salah arah tentang mencapai kesejahteraan emosional yang langgeng.

Sebagai contoh, orang sering menganggap mereka akan lebih bahagia jika hanya memiliki sedikit uang.

Tapi, penelitian menemukan bahwa setelah Anda mencapai gaji tertentu, kebahagiaan Anda benar-benar menurun karena stres dan kurang waktu senggang.

Keyakinan umum lainnya adalah bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang harus Anda capai dengan sangat keras.

Dalam studi baru yang diterbitkan jurnal Psychonomic Bulletin & Review mengungkapkan, orang tak bahagia karena usaha mereka mengejar kebahagiaan menghabiskan waktu terlalu banyak.

Periset Aekyoung Kim dari Rutgers University dan Sam Maglio dari University of Toronto Scarborough, Kanada, melakukan empat studi untuk melihat bagaimana pengejaran kebahagiaan dikaitkan dengan persepsi ketersediaan waktu.

Pada awalnya, mereka meminta 113 peserta online untuk menjawab kuesioner kepribadian, di mana sebuah tautan pertama kali dibuat antara mencoba merasa bahagia dan merasa seperti memangkas waktu Anda.

Dalam studi kedua, mereka meminta 107 mahasiswa untuk menonton film yang membosankan dan komedi slapstick.

Satu kelompok diinstruksikan untuk "mencoba" merasa bahagia selama menonton film yang membosankan.

Sementara yang lain disuruh membiarkan emosinya mengalir secara alami.

Kelompok terdahulu merasa bahwa film tersebut telah membuang-buang waktu, sedangkan yang terakhir melihatnya sebagai tujuan yang dicapai.

Dua penelitian terakhir melibatkan survei, yang terakhir meminta orang untuk menilai hubungan mereka dengan kebahagiaan dan waktu.

Konsisten dengan hasil eksperimen lainnya, mereka yang teridentifikasi sebagai "pencari kebahagiaan" menilai waktu sebagai lebih langka daripada mereka yang tidak sengaja bekerja menuju kebahagiaan.

"Tidak seperti tujuan lain, mengejar kebahagiaan jarang mengarah pada mencapai kebahagiaan," kata para peneliti, seperti dilansir laman MSN.

Pelajaran dari paradoks kebahagiaan ini, pada intinya hanya untuk bersantai saja. (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan #tips 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

IKLAN