Jumat, 21 September 2018 03:59 WIB
pmk

Megapolitan

Tuntut Dua Rekan Dibebaskan, PA 212 Demo Polres Metro Bekasi

Redaktur:

SOLIDARITAS-Puluhan pendemo berunjuk rasa di Lapangan Alun Alun Bekasi menuntut Polres Metro Bekasi Kota membebaskan dua rekannya. Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ratusan massa yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polres Metro Bekasi Kota, di Jalan Pramuka, Kota Bekasi, Jumat (27/7). Para demonstran mendesak agar polisi membebaskan dua rekannya yang ditahan Shodikin dan Suherman.

Keduanya diduga melakukan penyebaran ujaran kebencian di media sosial (medsos). ”Kami meminta dua saudara kami yang dituduh menyebarkan ujaran kebencian segera dibebaskan. Ini demi keadilan di mata hukum,” terang Juru Bicara PA 212 Abu Sofirah, Jumat (27/7).

Dia juga menambahkan, Shodikin dan Suherman ditangkap polisi pada Mei lalu. Keduanya dituding menyebarkan berita ujaran kebencian dengan mengajak 'perang salib' di Kota Bekasi. ”Seharusnya pelaku yang menyebarkan berita hoax itu di WhatsApp juga dicari,” katanya juga.

Bukan itu saja, kata Abu Sofirah juga, pihaknya yang tergabung dalam PA 212 Korwil Bekasi juga sudah meminta penangguhan penahanan terhadap Shodikin dan Suherman. Tapi upaya itu ditolak pihak kepolisian.

Dengan dalih, keduanya merupakan pelaku ujaran kebencian yang menyinggung suku, agama dan ras (sara). ”Kami bersama habib dan ulama pernah meminta penangguhan penahanan keduanya. Tapi upaya itu ditolak polisi," katanya juga. Abu Sofirah juga menambahkan, bila ingin menegakkan hukum polisi tidak memihak.

”Pendeta yang melaporkan dugaan ujaran kebencian itu juga saya anggap tidak memiliki bukti yang valid," cetusnya. Karena itu, dia mengancam akan mengerahkan lebih banyak lagi massa bahkan melibatkan sejumlah pesantren di Bekasi mendemo Polres Metro Kota Bekasi bila tuntutannya tidak dipenuhi.

”Kami memang menghormati tindakan hukum terhadap dua anggota kami, tapi mereka punya hak-hak yang harus dipenuhi. Saat ini kami tengah melakukan upaya kooperatif kepada polisi,” paparnya juga.

Sebelumnya diberitakan, polisi menangkap Suherman dan Shodikin atas kasus ujaran kebencian dan penyebaran hoax terkait ajakan 'perang salib' di Kota Bekasi pada Mei 2018 lalu. Informasi ajakan ’perang salib’ itu sempat viral di medsos dan WhatApp.

Atas perbuatannya, keduanya diancam Pasal 45A Ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 6 tahun penjara. Polisi mengaku menahan keduanya karena memiliki bukti yang kuat.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing mengatakan kasus ujaran kebencian terhadap Shodikin dan Suherman sudah ditangani Polda Metro Jaya. ”Keterangan lengkap di sana (Polda Metro Jaya, Red),” tandasnya. (dny)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pa-212-demo-polres-metro-bekasi 

Berita Terkait

IKLAN