Rabu, 21 November 2018 01:04 WIB
pmk

Jakarta Raya

Pewangi Akan Disemprotkan ke Kali Item

Redaktur:

Foto: jawapos.com

INDOPOS.CO.ID - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, untuk mengatasi persoalan Kali Item. Salah satunya dengan menyemprotkan cairan ke kali yang berlokasi di sebelah Wisma Atlet Kemayoran tersebut.

"Rencananya hari ini dari tim gubernur ada metode, secara teknis tadi sudah disampaikan kepada kami, besok akan ke lapangan kita akan coba metode ini, salah satunya melakukan penyemprotan atau dengan bahan cairan untuk mengurangi bau," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan di Balai Kota, Jumat (27/7).

Ketika ditanya lagi apakah cairan itu merupakan pewangi, Teguh membenarkannya. Menurut Teguh, usulan menyemprotkan pewangi itu ditawarkan tim pakar ke Pemprov DKI Jakarta. Ia mengatakan, penyemprotan pewangi ini akan difokuskan di segmen sekitar Wisma Atlet. "Saya enggak tahu teknisnya. Mungkin banyak (cairannya) kali, tetapi kita fokus yang di Jembatan Marto yang panjang, kita pasang jaring tuh, kita fokus di situ dulu, kan 700 meter," kata Teguh.

Dijelaskan Teguh, sejak Pemprov DKI fokus menangani bau dan pemandangan di Kali Item, banyak pihak yang menawarkan jasa dan barangnya ke Pemprov DKI. "Terus terang saja yang datang ke Dinas SDA banyak yang menawarkan produk-produk bisa menjernihkan, mengurangi bau, menghilangkan bau," kata Teguh.

Pemprov DKI Jakarta kini juga dibantu Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk menangani bau Kali Item. Adapun upaya yang dilakukan Pemprov DKI selama beberapa bulan terakhir antara lain pemasangan pagar tanaman, penerapan teknologi nano bubble dan aerator, hingga pemasangan waring untuk mengurangi baunya.

Pakar tata air dari Universitas Indonesia Firdaus Ali menilai, membangun instalasi pengolahan air limbah ( IPAL) merupakan salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pencemaran di Kali Item, Kemayoran, Jakarta Pusat. Firdaus mengatakan, dengan dibangunnya IPAL, air yang bercampur dengan limbah bisa diolah, sehingga air kotor yang terlihat saat ini di kali tersebut bisa menjadi air dengan baku mutu yang lebih baik. "Dalam jangka panjang, restorasi air sungai, waduk, itu pertama dilakukan ya stop inputnya dulu yaitu dengan membangun IPAL yang bisa sifatnya kolektif, komunal, atau semi komunal," ujar Firdaus.

Firdaus mengatakan, meski cara ini ampuh untuk mengatasi pencemaran air, nyatanya teknologi membangun IPAL memerlukan biaya yang tinggi serta waktu yang lama.

Ia mengatakan, biaya membangun IPAL untuk mengolah air limbah menjadi air bersih, dengan air dengan baku mutu baik menjadi air bersih, jauh berbeda. Pembangunan IPAL konvensional untuk mengolah air berbaku mutu baik menjadi air bersih dengan kapasitas 1 liter per detik, memakan biaya Rp 100 juta. Sedangkan mengolah air limbah menjadi air bersih untuk 1 liter per detik, bisa memakan biaya mencapai Rp 1 miliar. Pembangunan IPAL juga membutuhkan area yang luas. Estimasi pembangunan IPAL dengan kapasitas 1 liter per detik membutuhkan luas lahan 500 meter persegi. Pemprov DKI bisa saja menggunakan IPAL berteknlogi lebih canggih yang tidak membutuhkan area yang luas, tapi harganya disebut jauh lebih mahal.

"Untuk mendesain IPAL tergantung dari detik aliran. Jadi, alirannya berapa, misalnya 1 liter per detik, menentukan berapa luas lahan. Kalau murah, sudah kita bangun dari dulu. Itu baru biaya pembelian, belum biaya operasional," ujar Firdaus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan, tahun ini akan dibangun 10 IPAL komunal di Jakarta. Setiap IPAL yang dibangun, bisa menampung limbah dari 150 kepala keluarga (KK). Proyek IPAL komunal saat ini memasuki tahap lelang. Selain itu, pemerintah juga akan membangun 44 IPAL sanitasi berbasis masyarakat (sanimas) dengan kapasitas untuk limbah 50-100 KK. Namun, Anies ingin jumlah IPAL yang dibangun diperbanyak. "Pembangunan IPAL komunal itu dilakukan 10 tiap tahun. IPAL sanimas (dibangun) di 44 lokasi," ujar Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (24/7) lalu. (ibl/nas)

 


 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemprov-dki #kali-item 

Berita Terkait

Dorong Investasi Pemprov DKI di JICT

Jakarta Raya

Pendekatan Ini Atasi Masalah Ekosistem Danau di Jakarta

Jakarta Raya

Anggaran Revitalisasi TIM Capai Rp 1 Triliun

Jakarta Raya

DKI Responsif, Jabar Belum Ada Kabar

Megapolitan

Anies Minta Cawagub Taati Visi Kampanye

Jakarta Raya

IKLAN