Kamis, 20 September 2018 12:14 WIB
pmk

Internasional

AS Klaim Pulangkan 1.800 Anak Migran

Redaktur:

BICARA LANTANG-Presiden Trump mengatakan, pihaknya telah menyatukan lebih dari 1.800 anak-anak migran dengan orangtuanya sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh pengadilan (AP). Foto; AFP

INDOPOS.CO.ID - PEMERINTAHAN Trump mengatakan, pihaknya telah menyatukan lebih dari 1.800 anak-anak migran dengan orangtuanya sesuai batas waktu yang ditetapkan oleh pengadilan. Ini termasuk 1.442 anak kembali dengan orangtua mereka yang ditahan di imigrasi AS.

Seperti dilansir BBC pada Jumat, (27/7), lebih dari 700 anak tidak memenuhi syarat untuk bersatu kembali, termasuk 431 anak yang orangtuanya tidak lagi di AS. Para pejabat AS memisahkan lebih dari 2.500 anak-anak dari orang dewasa yang tidak berdokumen. Pemerintah AS melembagakan kebijakan tersebut dalam tindakan zero tolerance terhadap imigrasi ilegal di perbatasan dengan Meksiko.

Dari 700-an yang dianggap tidak memenuhi syarat, 120 orang tua anak-anak telah dibebaskan dari reunifikasi.

Hakim Federal Dana Sabraw memutuskan bulan lalu, semua anak di bawah umur yang ditahan di bawah kebijakan harus dibawa kembali ke keluarga mereka pada 26 Juli. Namun American Civil Liberties Union (ACLU), yang telah menggugat pemerintahan Trump atas kebijakan itu, mengatakan, para pejabat AS hanya memenuhi batas waktu yang ditetapkan sendiri.

Pengacara ACLU Lee Gelernt mengatakan, pemerintah seharusnya tidak bangga dengan pekerjaan yang mereka lakukan dalam memisahkan orangtua dengan anak-anaknya. Ini adalah bencana yang mereka ciptakan. Mereka akan melacak ratusan orangtua yang tidak lagi berada di AS.

Namun mantan Direktur Pelaksana US Immigration Customs Enforcement, lembaga AS yang mengumpulkan migran tidak berdokumen, mengatakan, dia khawatir banyak keluarga tidak akan pernah bersatu kembali. "Ada kemungkinan yang sangat tinggi bahwa orang tua itu tidak akan melihat anak-anak mereka lagi," kata John Sandweg kepada CBS News.

Administrasi Trump awal bulan ini menyatukan lebih dari 100 anak-anak migran berusia di bawah lima tahun bersama orang tua mereka. Meskipun mereka melewati tenggat waktu yang diperintahkan pengadilan untuk melakukannya.

Dari 57 dari anak-anak ini kembali dengan keluarga mereka, meskipun 46 lainnya dianggap tidak memenuhi syarat karena masalah keamanan, deportasi orang tua, atau masalah lainnya.

Presiden AS Donald Trump menghentikan perpisahan keluarga pada akhir Juni setelah foto-foto anak-anak yang terkunci dan audio dari mereka menangis dalam kesusahan memicu kegemparan.

Tetapi proses reuni telah terbukti kacau, dengan beberapa anak diangkut untuk melihat orang tua mereka hanya berakhir di tempat penampungan mereka setelah menemukan orang yang mereka cintai tidak berada di lokasi.

Keluarga-keluarga itu ditahan setelah memasuki AS secara ilegal. Sementara yang lain mengklaim mendapat suaka di penyeberangan perbatasan. (ina/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #donald-trump #imigran 

Berita Terkait

Dikritik Keras Obama, Trump Ngantuk

Internasional

Pengungsi Akhirnya Keluar Kapal

Internasional

Trump Ganti Furnitur Pilihan First Lady

Internasional

IKLAN