Senin, 19 November 2018 02:31 WIB
pmk

Total Football

Setelah Ronaldo, Kini James Rodriguez yang Masuk Bidikan Penegak Disiplin Pajak Spanyol

Redaktur:

James Rodriguez

INDOPOS.CO.ID - Otoritas perpajakan di Spanyol memang terkenal garang kepada wajib pajak. Pesepak bola dengan gaji jutaan Euro di La Liga pun menjadi sasaran empuk untuk mengeruk pemasukan buat negara.

Meski bermain untuk Bayern Muenchen, namun playmaker James Rodriguez tak bisa lari dari bidikan penegak disiplin pajak Spanyol. James menjadi pesepak bola terkini yang tersangkut kasus pajak. Seperti diberitakan oleh Football Espana kemarin (27/8) dakwaan pengemplangan pajak yang menimpa James ini terjadi bukan musim ini. Melainkan pada musim perdana pemain timnas Kolombia itu mendarat di Spanyol dan bergabung dengan Real Madrid di 2014.

Didatangkan dari AS Monaco dengan harga GBP 63 juta (Rp 1,18 triliun) dengan durasi kontrak enam tahun, pemain 27 tahun itu kemudian menjadi pemain termahal Kolombia. Bukan sebagai seseorang yang berpaspor Spanyol maka seharusnya ada pajak yang dibayar ketika menjejakkan tanah di Madrid. Yakni sekitar EUR 12 juta (Rp 201,13 miliar).

Selain itu, otoritas pajak Spanyol menetapkan ada tambahan pajak yang seharusnya dicantumkan oleh James atas pendapatannya di klub terdahulu. Jumlahnya sebesar EUR 3 juta (Rp 50,28 miliar). Nah, dengan terkuaknya kasus pajak yang tak dibayarkan oleh James ini maka agen James, Jorge Mendes, pun ikut tercemar namanya. Apalagi sebelum James, klien-klien Mendes pun senantiasa berurusan dengan ruwetnya pajak Spanyol. Sebut saja Radamel Falcao, Cristiano Ronaldo, Fabio Coentrao, dan Jose Mourinho.

Sadar sedang diincar oleh otoritas pajak maka James memilih untuk menjauhkan diri dari Spanyol. Seperti diberitakan Marca, pemain kelahiran Cucuta Kolombia itu mengatakan menghormati kontraknya di Bayern sebagai pemain pinjaman selama dua musim. Atau terhitung sejak musim 2017.  “Hingga hari ini (kemarin, red.) saya masih bersama Bayern dan saya berbahagia karena klub ini menunjukkan afeksi yang demikian besar kepada saya. Baik para fans maupun internal tim,” ujar James kemarin.

Sementara itu, dugaan kalau Cristiano Ronaldo berganti kostum ke Juventus sebagai upaya penghindaran pajak semakin nyata terlihat. Seperti diberitakan El Mundo kemarin (27/7), pemain 33 tahun itu akhirnya sepakat membayar denda otoritas pajak Spanyol kepadanya.

Ronaldo tahun ini kena sanksi EUR 14,7 juta (Rp 246,39 miliar) karena memanipulasi pajak penghasilan dan pendapatan dari iklan. Kemarin melalui kuasa hukumnya Ronaldo sepakat untuk membayar EUR 19 juta (Rp 318,47 miliar) untuk hukuman penggelapan pajak plus menghapus hukuman penjara 24 bulan.

Presiden La Liga Javier Tebas kepada ESPN mengatakan Ronaldo akan semakin makmur di Italia. Kalau di Spanyol, otoritas pajak menerapkan pajak 52 persen buat orang yang berpenghasilan dia atas EUR 300 ribu per tahun (Rp 5,02 miliar). Maka di Italia pajak yang diberlakukan justru rata. Berapapun penghasilannya, otoritas pajak Italia memasang pajak maksimal 46,29 persen untuk wajib pajak. “Namun La Liga adalah kompetisi yang lebih besar dari Ronaldo atau bahkan Real Madrid sekalipun. Jadi, kami tidak akan terlalu risau soal kepergian Ronaldo,” tutur Tebas kepada ESPN. (dra)


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-spanyol #pajak 

Berita Terkait

Ratusan Mobil Mewah Tunggak Pajak

Jakarta Raya

Selamat Datang Tekanan

Indosport

Anggaran Defisit, Pemda Kejar Pajak PBB

Megapolitan

Coutinho Cedera, Blaugrana Merana

Indosport

Indiecito Layak Duduk di Kursi Panas

Indosport

Kesulitan Kejar Target Pajak

Nasional

IKLAN