Senin, 19 November 2018 12:14 WIB
pmk

Jakarta Raya

BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Selatan Blusukan ke Pasar Cipulir

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Di tengah hiruk pikuk aktivitas di Pasar Cipulir, BPJS Ketenagakerjaan se-Wilayah Jakarta Selatan menggelar sosialisasi dan penyerahan klaim santunan klaim kematian Rp 24 juta. Hal tersebut sebagai testimoni manfaat nyata dari program jaminan sosial ketenagakerjaan. Setelah penyerahan klaim simbolis, petugas BPJS Ketenagakerjaan mendekati satu persatu pedagang dan pekerja pasar setempat untuk bersosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan.

Santunan klaim kematian simbolis tersebut diserahkan oleh Manajer Pasar Cipulir Febri Rojali kepada ahli waris alm Siti Aminah. Turut hadir Asisten Deputi Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Puspitaningsih dan seluruh Kepala Kantor  Cabang (Kakacab) BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan. Puspitaningsih mengatakan, kehadiran pihaknya adalah untuk melindungi pekerja Pasar Cipulir dengan program  BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan respon cepat dari saran Direktur Administrasi dan Keuangan PD Pasar Jaya Ramses Butar Butar. Yakni, untuk perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ke pekerja pasar perlu pendekatan emosional. ”Untuk itu hari ini kami lakukan serempak di lima pasar PD pasar jaya wilayah DKI secara serentak. Antaralain Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Tanah Abang, Pasar Koja, Pasar Cipulir, dan Pasar Asemka,” ungkap Puspitaningsih.

Menurutnya, sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pedagang pasar berbeda dengan perusahaan-perusahaan. Penyampaian pesan harus dengan bahasa sederhana dan sikap yang akrab. ”Ini adalah bentuk pelayanan kami untuk memudahkan pendaftaran program jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain itu untuk bersosialiasi agar mereka paham dengan hak-hak perlindungannya,” ujarnya.

Menurutnya, untuk toko-toko di pasar bisa mendaftar kepesertaan formal dengan empat program sekaligus yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) atau hanya JKK dan JKM saja. Begitu pula untuk pekerja lepas di pasar bisa mendaftar kepesertaan informal dengan tiga program, JKK, JKM, dan JHT atau hanya dua program JKK dan JKM saja.

”Pada tahap ini kami lakukan sosialisasi dan akuisisi kepesertaan di pasar-pasar sebulan secara intensif dengan membuka stan BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Puspitaningsih. Sementara itu Manajer Pasar Cipulir Febri Rojali turut memberikan testimoni manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, karyawan PD Pasar Jaya sudah terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan semenjak BPJS Ketenagakerjaan masih sebagai PT Jamsostek.

”Ikut BPJS Ketenagakerjaan itu itung-itung adalah  menabung lalu dapat bonus perlindungan kecelakaan kerja ataupun kematian. Kami di Pasar Jaya karyawan sudah banyak menikmati fasilitas mendapatkan DP untuk KPR,” tegasnya. Menurutnya, program BPJS Ketenagakerjaan adalah program negara yang terjamin manfaat dan kepastian klaimya. ”Tidak mungkin program ini diselewengkan. Pasti aman. Kalau swasta blum tentu dijamin aman,” cetusnya. (dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-ketenagakerjaan 

Berita Terkait

IKLAN