Minggu, 18 November 2018 11:53 WIB
pmk

Headline

UAS Menolak, Parpol Mendukung

Redaktur:

Acara Ijtima ulama dan tokoh nasional di Hotel Peninsula Jakarta, Jumat (27/7) lalu. Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Mengetahui namanya masuk dalam bursa wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto, Ustad Abdul Somad (UAS) langsung berkomentar lewat media sosial Facebook dan instagram.

Melalui akun @ustadzabdulsomad,  penceramah kondang asal Riau ini menegaskan, dirinya menolak ikut dalam pentas politik. Untuk itu, dirinya memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Salim Segaf Aljufri.

"Saya fokus di pendidikan dan dakwah saja," ucap Abdul Somad dalam akunnya, Minggu (29/7).

Dia pun mengaku senang ternyata para ulama yang selama ini terkesan hilang dari permukaan mulai menunjukkan kekuatan. "Selamat! Ternyata kerumunan sudah berubah menjadi barisan kekuatan," imbuhnya.

Dalam akunnya itu, UAS menampilkan gambar yang memunculkan wajah Prabowo dan Salim Segaf Aljufri sebagai duet maut. "Prabowo-Habib Salim pasangan tawazun (seimbang) antara ketegasan tentara dan kelembutan Ulama, Jawa non-Jawa, nasionalis-religius, plus barokah darah Nabi dalam diri Habib Salim," ucapnya.

Meski begitu, lanjut UAS, dirinya siap untuk memberikan masukan kepada pasangan bakal calon presiden pilihan ijtima ulama tersebut.

"Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim, tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo," imbuhnya.

Lebih lanjut, UAS mengaku memilih fokus di pendidikan dan dakwah karena belajar dari sejarah di zaman sahabat nabi Muhammad.

"Setelah Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian Sahabat ingin membaiat Abdullah -anak Sayyidina Umar- sebagai pengganti. Beliau menolak lembut, karena bidang pengabdian ada banyak pintu. Al-Faqiir Ilaa Rabbih, Abdul Somad," tutupnya.

Sementara, Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) menjamin partainya akan mendukung hasil  ijtima ulama. "Kalau wartawan pahami, kehadiran Pak Zul (Zulkifli Hasan, Ketum PAN) saat pembukaan Ijtima menyiratkan setuju Pak Prabowo sebagai capres. Dan untuk wakilnya diserahkan ke ulama. Jadi saya jamin PAN Setuju. Dan hasil ijtima ulama ini bagi saya adalah putusan terbaik," kata Amien saat menghadiri penutupan acara Ijtima Ulama itu.

Amien Rais yang juga salah satu Penasehat dari Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF)-Ulama ini menerangkan, negeri ini membutuhkan sosok nasionalis - religius untuk memimpin negeri ini.

"Duet yang dihasilkan ijtima ulama ini insya Alloh akan mampu menjadi solusi memecahkan permasalahan bangsa yang ada saat ini," tegasnya.

Bagaimana dengan  Partai Keadilan Sejahtera (PKS)? Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid mengaku senang, ternyata nama Habib Salim Segaf Aljufri yang tak lain adalah Ketua Majelis Syuro DPP PKS menjadi sosok cawapres pilihan ulama.

"Ya pastinya kami PKS bersyukur Ustad Salim masuk dalam Rekomendasi Ijtima Ulama. Kami yakin pilihan itu adalah pilihan terbaik untuk umat," ucapnya kepada INDOPOS.

Hasil rekomendasi ini, kata Hidayat, akan dibicarakan kembali di internal Majelis Syuro.

"Majelis Syuro PKS kan sampai saat ini masih memberikan rekomendasi sembilan nama capres/Cawapres. Nah, untuk hasil Ijtima  Ulama itu pastinya akan kami bicarakan kembali di Majelis Syuro sehingga nanti akan ada keputusan baru," terangnya.

Apakah nama Salim Segaf ini sudah dipersiapkan sejak awal oleh PKS? Menurut Hidayat, Salim Segaf masuk dalam daftar satu dari sembilan nama caprwa/Cawapres.  "Tetapi kami sama sekali tidak tahu kalau ternyata beliau direkomendasikan oleh ijtima  ulama. Jadi apapun keputusan akhir PKS akan kami bicarakan lebih lanjut di internal. Sangat mungkin keputusannya adalah memperkuat rekomendasi Ijtima Ulama itu," jelasnya.

Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade mengaku beryukur dan berterimakasih kepada para ulama yang telah merekomendasikan Ketua Umum Gerindra Prabowo subianto sebagai Calon Presiden.

"Kita bersyukur dan terimakasih kepada ulama dan umat Islam yang mempercayai pak Prabowo Subianto sebagai Capres, rekomendasi itu mewakili aspirasi umat Islam dan ulama," ujar Andre saat dihubungi.

Rekomendasi tersebut menurut Andre semakin menambah rasa percaya diri dan semangat Partai Gerindra dalam menghidapi Pilpres 2019.

Dukungan ulama yang mewakili umat menurutnya sangat penting untuk memenangkan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Dukungan ini menambah semangat dan rasa percaya diri kita," katanya.

Rekomendasi tersebut menurut Andre akan dibahas oleh partai Gerindra saat bertemu dengan pimpinan partai calon mitra koalisi.

Menurutnya sangat memungkinkan Prabowo membahas rekomendasi itu saat bertemu Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) pada Senin (30/7) pagi.

Terkait dengan rekomendasi Cawapres dari Ulama GNPF yakni Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri atau Ustad Abdul Somad, menurut Andre juga akan dibahas dengan partai lain.

Partai Gerindra yang hanya memiliki 73 kursi di DPR tidak bisa mengusung sendiri tanpa berkoalisi dengan partai lainnya.

"Tentu rekomendasi ini akan disampaikan kepada koalisi. Apapun yang direkomendasikan tentu berpulang pada kesepakaan partai koalisi," pungkasnya.

Hasil ijtima ulama ini langsung diserahkan oleh Ketua GNPF Ulama beserta pengurus GNPF lainnya ke Prabowo Subianto selaku capres dan Ustad Salim Segaf Aljufri selaku cawapres.

"Untuk Ustad Abdul Somad akan diserahkan Senin pagi," ucap Sekretaris SC Ijtima Ulama Ustad Dhani Anwar kepada INDOPOS.

Saat memberikan surat rekomendasi, Dhani Anwar menjelaskan, baik Prabowo maupun ustad Salim sama-sama senang.  "Tanggapan Pak Prabowo menerima dengan senang hasil Ijtima ini dan meminta waktu 1 dan 2 hari untuk memustuskannya," ujar Dhani.

Begitupula dengan doktor Salim Segaf yang turut senang. “Beliau siap menerima amanat Ijtima dan akan membicarakannya dengan struktur Partai dan rekan calon koalisi dan menyerahkan urusan ini sepenuhnya pada Takdir Allah SWT," tambahnya. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ustadz-abdul-somad #pilpres-2019 #ijtima-ulama 

Berita Terkait

IKLAN