Kamis, 15 November 2018 03:11 WIB
pmk

Nusantara

Lahir Darurat di Halaman Puskesmas

Redaktur:

SELAMAT - Elmiyanti dan jabang bayi, yang lahir di halaman Puskesmas Senaru. Foto: Lombok Post

Di tengah kepanikan akibat Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah NTB, Minggu (29/7), seorang warga melahirkan di halaman Puskesmas. Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar memberikan nama anak laki-laki itu Muhammad Tegar Abdurahman. Berikut ceritanya;

PUJO NUGROHO, Tanjung

INDOPOS.CO.ID - Puluhan rumah yang berada di Dusun Pademare, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan tampak rusak setelah gempa bumi terjadi. Ratusan warga terlihat berkumpul di pinggir jalan raya dan lapangan Sambik Elen. Siang itu, warga belum berani pulang ke rumah karena gempa susulan setelah gempa utama pada pagi hari masih terus terjadi.

Satu orang korban meninggal dunia Junianto, 8 tahun berasal dari Dusun Pademare, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan. Bocah kelas 3 sekolah dasar ini, meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok kamar.

Saat gempa terjadi, anak kedua pasangan Mawardi dan Sailah ini sedang tertidur di kamar bersama sang kakak Rodi, 14 tahun. ”Saya sudah bangun pagi-pagi langsung meriap (memasak,Red). Kemudian gempa. Tembok kamar langsung roboh, dua anak saya masih tidur di sana,” ujar Sailah saat ditemui di rumah duka, Minggu (29/7).

Sailah menceritakan, pagi hari itu, anak keduanya Junianto sempat terbangun. Kemudian sang anak kembali tidur karena hari Minggu, sekolah libur.

Begitu gempa terjadi, Junianto dan Rodi langsung tertimpa tembok rumah. Rodi selamat karena hanya sedikit reruntuhan tembok yang menimpanya. Sedangkan Junianto meninggal dunia karena seluruh tubuh dan kepalanya tertimpa tembok.

”Saya langsung berusaha keluarkan anak saya itu. Saya angkat batako satu-satu,” katanya.

Ada cerita duka, ada pula cerita bahagia. Ini dialami pasangan Suherman dan Elmiyanti. Elmiyanti melahirkan anak pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki di Puskesmas Senaru sekitar pukul 09.20 Wita.

”Tadi masuk puskesmas jam 9 mas. Masih ada gempa waktu itu, tapi kecil-kecil,” ujar Elmiyanti di Puskesmas Senaru.

Dijelaskan Elmi, saat masuk puskesmas ada rasa takut, karena gempa susulan masih terus terjadi. Tetapi karena sudah akan melahirkan maka dirinya tetap harus ke puskesmas. Proses persalinan berlangsung sekitar 20 menit pun dilakukan dokter di halaman Puskesmas Senaru.

Ruang persalinan yang digunakan pun dibuat seadanya. Elmiyanti melahirkan di halaman beralaskan tikar untuk menutupi tanah dengan ditutupi kain dipasang keliling yang dibuat darurat oleh petugas kesehatan di Puskesmas Senaru.

”Alhamdulillah anak saya lahir sehat, cowok. Beratnya belum tahu soalnya belum diukur tadi. Masih belum berani masuk ke puskesmas,” ungkapnya.

Sementara itu, Suherman yang diwawancarai mengaku belum menyiapkan nama untuk anak pertamanya tersebut.Dirinya mengaku bersyukur meskipun di tengah gempa, anaknya bisa lahir dengan kondisi selamat dan sehat.

Pantauan Koran ini, anak laki-laki berkulit putih tersebut tampak pulas terlelap dipelukan ibunya. Elmiyanti terlihat didampingi beberapa orang keluarganya seperti suami, mertua dan saudaranya.

Tidak lama setelah Elmiyanti melahirkan, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar pun mengunjunginya di Puskesmas Senaru. Dalam kesempatan tersebut bupati memberikan nama anak laki-laki itu Muhammad Tegar Abdurahman. (*)


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #feature 

Berita Terkait

IKLAN