Rabu, 26 September 2018 02:19 WIB
pmk

Internasional

Ahli Kimia di Kenya Ubah Kulit Ikan Jadi Barang

Redaktur:

UNIK - Kulit ikan di Kenya bagian barat yang dijadikan sepatu dan topi. Foto: Net

INDOPOS.CO.ID - Dengan berbekal pengetahuan dan kreativitas, barang yang tadinya dianggap tak bernilai justru bisa memiliki daya jual. Seperti yang terjadi Kenya bagian Barat. Kulit ikan disulap menjadi barang fashion yang khas dan unik.

Daerah Kisumu yang berada di Danau Victoria memang kawasan terkenal pengekspor ikan terkenal di Kenya. Di tempat itu biasanya ikan-ikan nila dibersihkan sebelum didistribusikan.

Setiap harinya, para perempuan menyisihkan kulit-kulit ikan dengan pisau sebelum diproses menjadi tas, dompet, sepatu, topi, dan jaket. Hingga akhirnya, barang fashion dari limbah kulit ikan terkenal sebagai Produk Alisom.

Awalnya, Newton Owino yang merupakan seorang ahli kimia industri berusia 39 tahun mulai mendirikan kelompok yang bertugas khusus memisahkan kulit ikan dari sisa limbah. Berawal dari limbah ikan, Owino kemudian berinisiatif mengeluarkan alternatif baru bersama belasan karyawannya untuk menyulap limbah tersebut.

Diperkirakan sebanyak 150 ribu ton limbah ikan dihasilkan setiap tahun dan 80 persennya dibuang. "Bisnis utama saya di sini adalah mengubah kulit ikan menjadi kulit. Ada banyak bahan mentah di sini," katanya seperti dilansir Gulf News, Minggu (29/7).

Untuk sepatu dari kulit ikan dibandrol dengan harga 1.500 shillings atau setara Rp 214 ribu. Sedangkan untuk jaket dijual sekitar 2.000 shillings atau Rp 286 ribu.

Inovasi yang dibuat Owino  bukan hanya menghasilkan produk yang unik khas Kenya. Tapi juga memberikan peluang pekerjaan bagi orang-orang. Dia mengatakan bahwa produknya bahkan bebas bahan kimia. (JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teknologi 

Berita Terkait

IKLAN