Jumat, 16 November 2018 12:09 WIB
pmk

Nusantara

Evakuasi Pendaki Rinjani, Tim Kopassus Tiba di Lombok Siang Hari

Redaktur:

SIAP EVAKUASI-Ratusan prajurit Kopassus tiba di Lombok International Airport, Lombok Tengah, Senin (30/7) untuk melakukan evakuasi korban gempa yang masih terjebak di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani.Foto: Korem 162/wb untuk Lombok Post/JPG

INDOPOS.CO.ID- Mabes TNI kembali mengirim pasukan untuk membantu masyarakat pasca gempa 6,4 skala richter mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB). Senin (30/7) 142 prajurit Kopassus diterbangkan ke Lombok. Sebanyak 70 di antaranya bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sisanya terbang dari Malang. Menurut Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, pengerahan prajurit Kopassus sesuai perintah panglima TNI.

Setelah mendapat informasi masih ada ratusan pendaki terjebak di Gunung Rinjani, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan untuk mengerahkan prajurit Kopassus. ”Saya mendapatkan perintah dari panglima TNI untuk segera menyiapkan pasukan pendaki serbu dari Kopassus,” ucap Lodewyk. Selain pasukan pendaki serbu, Mabes TNI turut menyertakan tim kesehatan dan tim perhubungan.

Lodewyk menyebutkan, seluruh prajurit Kopassus yang dikirim ke Lombok fokus membantu evakuasi ratusan pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani. ”Tugasnya yang pertama mendrop logistik. Kemudian menggunakan alat dan peralatan yang ada untuk bisa mengevakuasi masyarakat atau turis,” tutur dia. Guna membantu pergerakan prajurit Kopassus itu, Kodam IX/Udayana sudah menyiapkan dua helikopter.

Kedua helikopter tersebut, sambung Lodewyk, bisa menjadi opsi untuk dipakai mengevakuasi pendaki. Mabes TNI sengaja mengirim prajurit Kopassus untuk memastikan proses evakuasi ratusan pendaki dari Gunung Rinjani lebih cepat. Sehingga jumlah korban meninggal dunia tidak bertambah lagi. Sejauh ini, jenderal bintang dua TNI AD itu menyebutkan bahwa hanya satu pendaki yang meninggal dunia pasca insiden gempa.

Sebelum prajurit Kopassus dikerahkan dari Jakarta, sambung Lodewyk, Kodam IX/Udayana sudah lebih dulu menggerakan personel dari Batalyon Infanteri Raider 900/Satya Bhakti Wirottama. ”Digerakan untuk mencari jalan,” imbuhnya. Dengan begitu, dia yakin tim dari Kopassus bisa lebih cepat sampai sasaran. ”Kami memprioritaskan agar masyarakat yang terjebak itu bisa segera dievakuasi,” tambahnya.

Dibantu helikopter yang sudah disiapkan Kodam IX/Udayana, tim Kopassus bakal menyisir jalur darat dan udara. ”Kami terbangkan helikopter. Kemudian satu tim akan bergerak mencari rute lewat darat,” terang Lodewyk. Dia mengakui trek pendakian Gunung Rinjani memang berat. Selain itu, kabut kerap kali menutup jarak pandang. Karena itu, butuh tim yang sudah dipersiapkan dengan matang untuk membantu evakuasi.

Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, dari informasi terakhir yang diterima, ada sekitar 500 pendaki terjebak di sekitar Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. Mereka merupakan wisatawan mancanegara dan lokal. ”Kondisi secara pasti belum kita ketahui karena jalur masih tertutup longsor,” kata Rizal, Senin (30/7).

Nah guna membantu evakuasi, kata Danrem, Mabes TNI mengirimkan 140 prajurit Kopassus. Mereka akan membantu tim evakuasi yang sudah bergerak menuju titik sasaran. ”Mereka akan naik dari Sembalun, Lombok Timur, menuju lokasi korban yang terjebak,” ujar dia. ”Siang tadi (Senin, Red), sudah tiba di Bandara Lombok,” sambung Danrem. (syn/dit/r2/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa-lombok-ntb #pendaki #gunung-rinjani #pasukan-elite #kopassus #tni-ad #operasi-penyelamatan-pendaki-gunung-rinjani 

Berita Terkait

IKLAN