Jumat, 21 September 2018 03:06 WIB
pmk

Nusantara

386 Orang Berhasil Dievakuasi, Jasad Pendaki Makassar Belum Ditemukan

Redaktur:

EVAKUASI-Para tukang ojek ikut membantu evakuasi para pendaki Gunung Rinjani yang terluka dari pos II Sembalun, Senin (30/7). Foto: Ivan/Lombok Post/JPG

INDOPOS.CO.ID - Hingga pukul 19.00 Wita, Senin (30/7) malam, sebanyak 386 orang pendaki berhasil dievakuasi dari Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka dievakuasi melalui jalur Bawak Nao.  Dari 386 pendaki yang dievakuasi, terdiri dari 181 pendaki mancanegara dan 205 pendaki dalam negeri.  "Itu baru data sementara. Sekarang, beberapa orang sedang beristirahat di Pos II Sembalun," kata kepala Balai TNGR Sudiyono.

Sementara itu, jenazah M. Ainul Taksim, pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) belum ditemukan. Tim masih terus melakukan pencarian. "Kita minta beberapa keterangan saksi,"  jelasnya. 

Dari pantauan koran ini, beberapa pendaki mengalami luka di bagian kaki dan langsung mendapatkan perawatan.  Evakuasinya kemudian dilanjutkan dengan membonceng mereka menggunakan sepeda motor dari pos II.

Longsor yang terjadi di kawasan Danau Segara anak mengakibatkan jembatan penghubung antara Pelawangan ke Danau Segara Anak putus. Sehingga tim menyiapkan tali penghubung untuk melakukan evakuasi. "Putusnya jembatan tidak menghalangi evakuasi," jelasnya.

Tim yang melakukan evakuasi terus ditambah. Langkah itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan. "Kita terus menambah pasukan ke atas,"  ujarnya.

Dari informasi sementara, ada sebanyak enam orang yang belum dievakuasi di Batu Ceper. Dari enam orang tersebut satu di antaranya adalah porter. "Satu cewek dari Jakarta. Sementara sisanya belum kita ketahui domisilinya," ujarnya.

Mereka tidak berani dievakuasi karena masih mengalami trauma melihat longsor. Untuk itu, tim terus melakukan pendekatan untuk memperbaiki psikologisnya. "Sekarang yang menjadi persoalan itu adalah bagaimana caranya melakukan pendekatan psikologis supaya mereka bisa segera dievakuasi," bebernya.

Pendaki yang tertinggal meminta dijemput menggunakan helikopter. Namun, kondisi tempat mereka terjebak tidak memungkinkan menggunakan helikopter. "Kita juga harus memikirkan keselamatan  tim evakuasi. Takutnya, apabila menggunakan helikopter akan membahayakan tim juga," ungkapnya.

Dia mengatakan, tim yang melakukan evakuasi belum bisa mematok target. Semua tergantung pada situasi dan kondisi. "Jika besok selesai dievakuasi kita akan berhentikan proses evakuasi. Tetapi kalau tidak kita lanjutkan berdasarkan SOP yang ditetapkan tim," ungkapnya. (arl/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gempa #gunung-rinjani #pendaki #lombok-timur #ntb #operasi-penyelamatan-pendaki-gunung-rinjani 

Berita Terkait

IKLAN