Kamis, 15 November 2018 03:45 WIB
pmk

Nasional

Diaspora Indonesia dan GKON Foundation Bantu Pelaku Usaha Kopi Ekspor Produknya

Redaktur: Ali Rahman

Penandatangan MoU oleh Ketua Umum GKON Foundation Ayub Suleman Pulungan disaksikan (kiri ke kanan) Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Mohamad Sukri, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kolombia Trie Edi Mulyani dan Ketua Umum ID-SEED Ira Damayanti di Jakarta, Senin (30/7).

INDOPOS.CO.ID - Diaspora Indonesia yang tergabung dalam SME-SMI Export Empowerment Development (ID-SEED) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Gerakan Kopi OkeOce Nusantara (GKON Foundation).

Kedua pihak memberikan pelatihan dan lokakarya pertama yang akan diselenggarakan bulan Agustus mendatang di Jakarta. Pelatihan tersebut terkait cara dan strategi mengekspor produk kopi mereka ke luar negeri. Acara penandatanganan tersebut dilakukan di Sipirock Coffee, Jakarta Selatan,

Ketua Umum ID-SEED Ira Damayanti, mengatakan sebetulnya proses dan cara mengekspor produk ke luar negeri tidak terlalu sulit. Maka dengan pelatihan dan lokakarya diharapkan para pelaku usaha kopi dapat mengetahui cara mengekspor produknya ke luar negeri.

Mengingat permintaan kopi Indonesia mengalami permintaan yang cukup signifikan dari pasar luar negeri. “Permintaan terus naik dengan cepat, tetapi masih banyak yang belum tahu proses dan cara mengekspor kopi mereka,” ujar Ketua Umum ID-SEED Ira Damayanti, di Jakarta, Senin (30/7).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum GKON Foundation Ayub Suleman Pulungan menjelaskan bahwa pengetahuan dan pengalaman diaspora akan membantu para pelaku usaha kopi di Indonesia dalam mengekspor produknya.

“Para diaspora menjadi semacam market intelligence yang tahu akan permintaan dan regulasi di luar negeri. Mereka akan membantu para pelaku usaha dalam membuka pasar ke luar negeri,” ungkap Ayub.

Produksi kopi Indonesia masih berada di posisi nomor empat dunia, tertinggal dari Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Namun, Ayub Suleman Pulungan merasa yakin kekhasan kopi unggulan daerah dapat terus mendorong permintaan kopi tanah air yang dapat berujung pada peningkatan ekspor.

“Varian produk-produk kopi daerah (single origin) dengan aroma dan rasa yang khas sesuai indikasi geografis merupakan keunggulan dan nilai tambah,” terang Ayub. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #diaspora-indonesia #yayasan-gerakan-kopi-okeoce-nusantara #ira-damayanti #ayub-sulaeman 

Berita Terkait

IKLAN