Kamis, 15 November 2018 07:28 WIB
pmk

Headline

Koalisi: Cawapres Terserah Prabowo

Redaktur:

SELAMAT DATANG PAK SBY – Koalisi Partai Gerindra dengan Partai Demokrat dan PKS sudah mantap. Dua pertemuan petinggi ketiga parpol, Senin (30/7) melahirkan kesepatan penting itu. Tampak Prabowo bincang hangat dengan SBY, saat kunjungan balasan ke kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Senin (30/7). Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai  calon presiden (capres) di Pemilu 2019. Pernyataan itu langsung diucapkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (PKS) selaku ketua umum Partai Demokrat dan Habib Salim Segaf Aljufri, selaku ketua majelis Syuro DPP PKS. Ini disampaikan saat kedua elit Partai ini melakukan pertemuan di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, semalam (30/7).

"Saya berikan apresiasi bagi Pak SBY yang mendeklarasikan Pak Prabowo sebagai capres. Insya Allah itu adalah capres untuk Indonesia 2019-2024. Dan tinggal cawapres yang musti kita bahas," kata Habib Salim saat jumpa pers usai pertemuan tersebut.

Senada juga diucapkan oleh SBY. "Partai Demokrat mendukung Pak Prabowo sebagai calon presiden. Dan untuk Cawapres kita serahkan pada capres," kata SBY dalam sambutannya usai Habib Salim memberikan pernyataan.

Salim Segaf menyatakan, PKS dan Demokrat menemukan kesamaan dalam memandang persoalan bangsa  yang saat ini dirasakan  oleh masyarakat. "Banyak hal dibicarakan, koalisi ini makin kuat, ada banyak kesepakatan bersama, titik pandang bersama di bidang ekonomi, dan seluruh kehidupan," ucapnya.

Dalam pertemuan ini, kata Salim, juga membahas perihal rekomendasi Ijtima Ulama yang merekomendasikan dua pasangan, yakni duet Prabowo-Ustad Abdul Somad dan Prabowo - Salim Segaf Aljufri.

"Walau kita dengar rekomendasi Ijtima Ulama bahwa capresnya adalah Pak Prabowo dan untuk cawapres ada ustad Abdul Somad dan saya sendiri, tetapi terkait hal ini akan kita bicarakan lagi bertempat (Gerindra, PKS, Demokrat dan PAN). Kita  cari yang terbaik untuk bangsa," ujarnya.

Salim pun  menjelaskan bahwa pertemuan resmi pimpinan PKS dan SBY ini adalah pertemuan nostalgia setelah berkoalisi mendukung SBY sebagai capres di Pilpres 2004 dan 2009.

"Ini pertemuan nostalgia. Ada ikatan batin yang kuat. Walau PKS dan Demokrat baru malam ini bertemu, tapi dalam hati susah dipisahkan," imbuhnya.

Usai pertemuan ini, lanjut Habib Salim, dimungkinkan kedua partai ini akan kembali  melakukan  pertemuan untuk memantapkan koalisi. "Saya yakin akan bertemu satu dua hari lagi. Dan dengan lainnya," tambahnya.

Sementara, SBY juga berkomentar bahwa pertemuan ini menjadi pertemuan antar sahabat yang lama tak bertemu.

"Kami malam ini bernostalgia. Karena selama 10 tahun bersahabat di pemerintahan. Dulu saat saya maju 2004, PKS adalah yang pertama berkoalisi dan juga di pemilu 2009. Dan semboyan kami dulu, negara makin adil, rakyat makin sejahtera. Sama dengan (semboyan) PKS," selorohnya yang disambut tawa elit PKS

Dirinya juga menegaskan, banyak pihak salah persepsi soal PKS. "PKS ini amanah, kompatibel. Kalau kami ditakdirkan lagi bersama-sama, maka semangat ke Indonesiaan, kebersamaan itu bisa kami jaga," terangnya yang kembali mendapat tepuk tangan dari rombongan PKS.

Tak hanya menyanjung PKS, SBY pun turut menyanjung sosok Habib Salim Segaf Aljufri yang pernah menjadi Menteri Sosial di era pemerintahannya.

"Ustad Salim saat memberikan bansos (bantuan sosial) tanpa membeda-bedakan orang, baik suku dan agama," terangnya.

Untuk itu, lanjutnya, jika ditakdirkan kembali berkoalisi, maka lanjut SBY, koalisi ini akan meneruskan apa yang sudah baik di pemerintahan Jokowi dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan di pemerintahan saat ini.

" Prinsip kami nantinya adalah yang baik dari pak Jokowi kita lanjutkan, banyak yang belum baik kita perbaiki," cetusnya menambahkan.

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan bahwa pemilu 2014 dimungkinkan akan terjadi head to head  antara Prabowo  dengan Joko Widodo.

Bahkan, dengan rasa percaya diri, ucap Hinca, dengan masuknya Demokrat di koalisi Prabowo akan membawa kemenangan.

"Saya kira nanti akan menjadi Rematch (tanding ulang) yang menarik. Kami saat itu belum turun dan saat ini  Dan saat ini kami ingin menang," ucap Hinca  di sela-sela pertemuan itu.

Dia menjelaskan, saat Pilpres 2014 lalu, tanpa ada Demokrat, koalisi Prabowo-Hatta Rajasa yang terdiri dari Gerindra, PAN dan PKS atau disebut Koalisi Merah Putih (KMP) kalah tipis dari koalisi  Jokowi-Jusuf Kalla atau Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Sedangkan Demokrat dalam posisi netral.

"Nah, kini dengan turun gunungnya Pak SBY dan Demokrat akan turun full, kami ingin  menang," tambahnya.

Sementara itu, sebelum kedua partai ini bertemu, baik PKS dan Demokrat juga melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto beserta elit Gerindra lainnya.

Untuk pertemuan Gerindra dengan Demokrat bertemu di kediaman  Prabowo di Jalan Kertanegara, sementara pertemuan Prabowo dengan PKS berlangsung di kantor DPP PKS di Jalan Tb Simatupang.

Rencananya, PKS pada Selasa (31/7)malam akan melakukan pertemuan dengan Partai Amanat Nasional (PAN). (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #susilo-bambang-yudhoyono #prabowo-subianto #partai-gerindra #partai-demokrat #sby-dan-prabowo-bertemu 

Berita Terkait

Hillary Clinton Akan Maju Lagi Menjadi Capres AS

Internasional

Tak Cerminkan Sikap Pahlawan

Politik

PD Fokus Menangkan Caleg

Politik

Pemilu Sela AS, Demokrat Pimpin Kursi di DPR

Internasional

Jangan sampai Melakukan Kesalahan Fatal

Politik

IKLAN