Kamis, 20 September 2018 05:47 WIB
pmk

Nasional

Melihat Cai Tao, Panda Warga Taman Safari, Puncak Bogor

Redaktur:

DUH, LUCUNYA – Chai Tao, mendapat penghargaan sebagai panda yang paling disukai. Taman Safari Indonesia untuk INDOPOS

TAK harus menjadi Youtuber untuk bisa terkenal dan disukai banyak orang. Ini dibuktikan Cai Tao, warga Taman Safari Indonesia (TSI), Puncak, Bogor. Ia disukai 300 ribu orang dari 88 negara. Siapa sebenarnya Cai Tao? Seperti apa sosoknya sehingga ia disukai banyak orang?

---------

INDOPOS.CO.ID - Dalam kesehariannya, Cai Tao hanya hidup berdua dengan Huchun. Walau masih banyak penghuni Taman Safari lainnya, namun berbeda ‘rumah’. Dari namanya, Cai Tao dan Huchun, bisa ditebak berasal dari Tiongkok. Baru saja tinggal menetap di Taman Safari.

Walau berdua, mereka jadi favorit di Taman Safari. “Tingkahnya lucu. Suka guling-guling, manjat pohon. Ya berdua saja. Hanya ada dua panda di TSI,” kata Yulius, public relations TSI, kepada INDOPOS, Sabtu (28/7) lalu.

Oh, ternyata Panda?! Iya, Panda. Mereka didatangkan khusus dari Tiongkok September 2017 lalu. Lingkungan hidup dan iklim di kawasan Puncak dinilai menunjang konservasi panda di TSI. Sehingga, panda berusia tujuh tahun itu pun kerap terlihat lincah dalam beraktivitas sehari-hari. "Khususnya Cai Tao, Panda Jantan, sangat digemari pengunjung dari seluruh dunia. Jadi terfavorit," kata Direktur Taman Safari Indonesia Group Jansen Manansang, dalam kesempatan yang sama.

TSI sebagai Lembaga Konservasi Ex-Situ terbaik dan terlengkap di Indonesia dipercaya oleh pemerintah RI dan pemerintah Tiongkok untuk menjadi taman konservasi yang menyambut, merawat, dan melestarikan kelangsungan hidup dan kesejahteraan dua ekor panda tersebut.

"Memang Panda ini warisan dunia. Tidak bisa dimiliki. Jadi di seluruh dunia sama. Kita kerjasama program bredding loan. Sehingga kita mencoba untuk mengembangbiakan supaya sepasang ini melahirkan anak lalu anaknya dikembalikan lagi," kata Jansen lagi.

Karena keseriusan TSI merawat Cai Tao dan Huchun, sepasang Panda itu pun tumbuh sehat. Perkembangan berat badannya pun cukup baik. Pengunjung pun suka dengan mereka. Khususnya Cai Tao, disukai 300 ribu orang dari 88 negara.

Penghargaan terhadap panda TSI ini merupakan hasil pemilihan secara daring selama satu bulan, pada Desember 2017 hingga Januari 2018 lalu. "Cai Tao memperoleh lebih dari 300 ribu pemilih dari 88 negara yang memberikan suara. Ini menujukan, konservasi habitat Giant Panda di TSI, Indonesia sangat baik," kata Direktur GPGA Jaroen Jacobs.

Panda Cai Tao mengalahkan panda lain di luar Tiongkok pada ajang pemilihan kali ini. Jacobs menyebutkan, jumlah panda raksasa saat ini mencapai 1.864 ekor di alam liar. Sementara di kebun binatang, jumlahnya tercatat sebanyak 520 ekor yang tersebar di 17 negara selain Tiongkok. Panda telah dianggap sebagai salah satu lambang perdamaian di dunia.

Pada kesempatan yang sama, GPGA juga memberikan penghargaan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya dan duta besar Tiongkok untuk Indonesia. Mereka dianggap mendukung upaya konservasi satwa khususnya panda.

Event ini diadakan oleh sebuah organisasi yang diketuai oleh Jeroen Jacobs. GPGA merupakan penghargaan bergengsi bertaraf international. Pemberian penghargaan ini dilakukan pada Sabtu, 28 Juli 2018, sekira pkl. 10.00 Wib terkait rangkaian acara Hari Konservasi Alam Nasional, di Area Istana Panda Indonesia TSI. 

Dengan diperolehnya penghargaan ini, menjadi kado khusus di hari ulang tahun Cai Tao yang tak lama lagi dirayakan. Selamat ya Cai Tao! (esa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #feature 

Berita Terkait

Ketika Cukai Rokok untuk BPJS Kesehatan

Nasional

Ketika Cukai Rokok untuk BPJS Kesehatan

Nasional

Bayi Satu Mata Lahir di Mandailing Natal

Nusantara

Bayi Satu Mata Lahir di Mandailing Natal

Nusantara

Mengunjungi Museum Lukisan Tertua di Bali (2-Habis)

Nasional

Hanya dengan Pejamkan Mata Lahir Karya

Nusantara

IKLAN