Rabu, 21 November 2018 09:29 WIB
pmk

Ekonomi

DMO Dibatalkan, Pengusaha Batubara Untung Besar

Redaktur: Ali Rahman

Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara (kanan) pada diskusi dengan tema 'DMO Batubara dan Nasib Konsumen', yang digelar MNC Trijaya, di sebuah rumah makan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (31/7).

INDOPOS.CO.ID - Pengusaha batubara untung besar dengan adanya kenaikan harga. Keuntungan akan bertambah kalau kebijakan domestic market obligation (DMO) batubara jadi dibatalkan. Adapun harga pasar batubara pada Juli 2018 sebesar USD 104,65 per metric ton. Dengan adanya DMO, 25 persen produk batubara yang dijual kepada PLN dipatok USD 70 per metric ton.

"Pemerintah harus konsisten dengan kebijakan energi nasional. DMO harus dipertahankan bahkan disempurnakan. Juga perlu ada konservasi. Dibatasi saja produksinya. Jangan seperti sekarang, pengusaha untuk menerima 70 dolar per metric ton diberi kebebasan meningkatkan produksi," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara pada diskusi dengan tema 'DMO Batubara dan Nasib Konsumen', yang digelar MNC Trijaya di sebuah rumah makan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (31/7).

Ia menambahkan, kita perlu menjaga pasokan dalam negeri. Jangan jor-joran seperti sekarang. Menurutnya rencana pencabutan DMO bisa menimbulkan spekulasi.

"Motifnya bisa rente, misalnya oke DMO saya cabut. Tapi kebijakan ini tidak gratis. Bisa saja ada oknum, saya tidak nuduh, yang dapat sesuatu dari pengusaha batubara, akibat harga batubara naik. Keuntungan bisa untuk pemilu atau simpan diluar negeri," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, harga batu bara harus dibedakan. Mana kebutuhan dalam negeri dan untuk ekspor. Kalau PLN membeli batubara dengan harga pasar, yang dirugikan ujung-ujungnya rakyat juga.

"Pemerintah harus punya roadmap moratorium ekspor batubara. Kalau pemerintah berpihak pada masyarakat, harga acuan atau DMO batubara harus dilakukan," ujar dia. (dai)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #domestic-market-obligation #indonesian-resources-studies #marwan-batubara #yayasan-lembaga-konsumen-indonesia #tulus-abadi 

Berita Terkait

IKLAN