Minggu, 18 November 2018 04:47 WIB
pmk

Internasional

Mantan Perdana Menteri Pakistan Jalani Perawatan di Penjara Sementara

Redaktur:

PENJAGAAN KETAT - Beberapa polisi melakukan pengamanan di rumah sakit di mana mantan PM Pakistan Nawaz Sharif dirawat di Islamabad, Pakistan, Ahad (29/7). Foto; AFP

INDOPOS.CO.ID - Mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Nawaz Sharif meninggalkan selnya di Penjara Adiala, Rawalpindi, Minggu (29/7). Dia dilarikan ke Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, karena serangan jantung. Pemerintah Wilayah Ibu Kota Islamabad lantas menjadikan bangsal yang ditinggali Sharif sebagai penjara sementara.

”Dokter penjara melihat ketidakberaturan dalam rekam jantung Sharif. Kami tak mau ambil risiko dan meminta otoritas penjara untuk segera memindahkannya ke rumah sakit,” ujar Plt Menteri Besar Provinsi Punjab Hasan Askari Rizvi kepada The Express Tribune kemarin (30/7).

Malam itu Sharif langsung dibawa ke PIMS. Dia menjalani perawatan medis di presidential suites gedung pusat penyakit jantung. Ruang tersebut disulap menjadi ICU untuk merawat politikus 68 tahun tersebut.

Sharif dirawat lima ahli kardiologi PIMS. Di antaranya, Nadeem Malik dan Zulfiqar Ghauri.

Belakangan, kesehatan Sharif menurun. Pada 23 Juli lalu, dua hari sebelum pemilu Pakistan, tokoh yang pernah tiga kali menjabat PM Pakistan itu mengeluh sakit pada bagian dada. Sejak hari itu, sang adik, Shahbaz, meminta kepada otoritas penjara untuk memberikan perawatan yang layak.

Beberapa pakar jantung lantas didatangkan ke penjara untuk mengecek keadaannya. Selain Adnan, dokter pribadinya, tim ahli dari Rawalpindi Institute of Cardiology (RIC) yang dipimpin Azhar Mehmood Kayani juga memeriksa ayah Maryam itu.

Sebelum Sharif akhirnya dilarikan ke PIMS, lima pakar jantung dari rumah sakit tersebut sudah datang ke penjara. Sama dengan rekan-rekan sejawatnya, mereka memastikan bahwa kondisi Sharif memang lemah.

”Pasien mengalami dehidrasi. Detak jantungnya juga tidak teratur,” kata jubir tim dokter PIMS.

Sementara itu, pemerintah setempat menetapkan bangsal tempat Sharif dirawat sebagai penjara sementara. Karena itulah, pengamanan di lokasi tersebut diperketat. Sejumlah petugas bersenjata laras panjang berjaga di depan bangsal.

Sejak sebelum menjadi pesakitan karena kasus korupsi, riwayat kesehatan Sharif memang buruk. Selain mengidap penyakit jantung, dia penderita diabetes dan kolesterol. Terkait penyakit jantungnya, dia sudah dua kali menjalani operasi bypass. Yang terakhir dijalaninya di London, Inggris, pada 2016. (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pakistan 

Berita Terkait

IKLAN