Minggu, 23 September 2018 12:06 WIB
pmk

Indobisnis

Semester I 2018, Laba Bersih EHP Melonjak 102 Persen

Redaktur: Ali Rahman

Direktur Keuangan PT EHP, Henderi Djunaidi.

INDOPOS.CO.ID - PT Eagle High Plantations Tbk (EHP) kembali berhasil mencatatkan laba bersih pada semester satu 2018 sebesar Rp2 miliar, setelah sejak 2015 hingga akhir 2017 membukukan rugi bersih masing-masing sebesar Rp 181,4 miliar, Rp 391,4 miliar dan Rp 187,8 miliar. Perolehan laba bersih tersebut melonjak sebesar 102 persen dibandingkan perolehan pada semester satu 2017 dengan rugi bersih sebesar  Rp 128,2 miliar.

Peningkatan laba bersih ini seiring dengan kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) pada semester satu 2018 mencapai 718.100 ton atau meningkat 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan Palm Kernel (PK) juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 13 persen dan 21,6 persen dibanding semester satu 2017 sehingga menjadi 155.761 MT dan 25.890 MT.

“Diharapkan pencatatan laba bersih ini bisa berlanjut hingga akhir tahun 2018 sekaligus sebagai momentum kebangkitan kinerja Perseroan di masa mendatang,” kata Direktur Keuangan PT EHP, Henderi Djunaidi, di Jakarta, Senin (30/7).

Pada semester satu ini, Perseroan mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 9 persen menjadi Rp 508,6 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak berhasil meningkat 78 persen dibanding semester satu 2017. Namun demikian pendapatan Perseroan mengalami penurunan sebesar 6 persen menjadi Rp 1,4 triliun. Penurunan penjualan ini sebagian besar disebabkan tertundanya pengiriman atau pengambilan CPO sehubungan libur panjang di bulan Juni. Faktor turunnya harga CPO hanya berkontribusi sebesar 4 persen terhadap penurunan pendapatan Perseroan.

“Pada semester satu ini Perseroan tercatat memiliki stok CPO sebesar 42.342 MT, hampir tiga kali lipat stok pada semester satu tahun lalu. Adapun stok PK mencapai 10.073 MT. Stok CPO dan PK ini hanya menunggu waktu pelaksanaan pengiriman atau pengambilan oleh pembeli,” kata Henderi.

Secara umum, menurut Henderi, pencapaian peningkatan kinerja keuangan ini sebagai hasil dari beberapa inisiatif manajemen yang telah dilaksanakan beberapa tahun lalu. Salah satu inisiatifnya adalah mengaplikasikan teknologi informasi. “Perseroan telah membangun Qlikview, yaitu infrastruktur teknologi informasi yang berguna bagi pengelolaan laporan dan analisa data sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan yang akurat dan cepat,” katanya.

Pada tahun lalu telah dibangun infrastruktur teknologi guna mendukung peningkatan produktivitas yaitu Digital Harvesting System. Selain itu juga disiapkan Jedox sebagai infrastruktur guna menunjang perencanaan dan pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.

“Pada tahun ini Perseroan juga akan mengaplikasikan SAP S/4 HANA. Dengan demikian, diharapkan peningkatan produktivitas, efektivitas dan efisiensi dapat dioptimalkan dengan sistem digitization yang terintegrasi. Dan yang lebih terpenting adalah Perseroan memiliki pusat data yang akurat dan integritas datanya lebih terjamin,” tegasnya.

Seperti diketahui, seluruh tanaman Perseroan akan memasuki usia prima pada dua tahun mendatang. Dengan berbekal pada penerapan praktek agronomi terbaik, ditunjang dengan infrastruktur dan aplikasi teknologi yang tepat guna yang juga akan terus ditambah dan dikembangkan dengan berbagai sistem baru yang terpadu, serta kedisiplinan karyawan, maka produktivitas Perseroan akan semakin meningkat di masa mendatang.

Perseroan berharap industri kelapa sawit di masa mendatang semakin meningkat sejalan dengan tekad pemerintah untuk memantapkan pelaksanaan kebijakan B20 untuk biodiesel. Dengan penerapan kebijakan tersebut diprediksi akan meningkatkan kebutuhan CPO dalam negeri, yang juga akan berdampak pada kenaikan harga CPO. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pt-eagle-high-plantations-tbk #henderi-djunaidi #kinerja-keuangan 

Berita Terkait

PT Eagle High Plantations Tbk dan Anak Usaha Raih ISPO

Indobisnis

MARK Kantongi Pendapatan Rp 155 Miliar

Indobisnis

Performa BTN Menjanjikan

Ekonomi

IKLAN