Rabu, 26 September 2018 10:05 WIB
pmk

Indotainment

Sandra Dewi Belum Rela Tinggalkan Anak Lama

Redaktur:

Sandra Dewi

INDOPOS.CO.ID – Artis cantik Sandra Dewi sedang menikmati momen membahagiakan mengurus sang anak, Raphael Moeis, yang hari ini (31/7) berusia 7 bulan. Sebisa mungkin istri Harvey Moeis itu meng-handle sendiri segala keperluan Rafa, sapaan Raphael. Alhasil, beberapa tawaran pekerjaan yang mengharuskan Sandra meluangkan banyak waktu belum bisa diterima. Di antaranya, tawaran main sinetron.

”Belum dulu, apalagi stripping. Nanti pulang-pulang anak udah bisa jalan. Saya nggak mau missed all the moment,” celetuknya saat dijumpai di Ritz Carlton, Jakarta, kemarin (30/7). Selain sinetron, ada tawaran film horor yang datang kepadanya. ”Selain belum tenang ninggalin anak, saya itu penakut,” ucapnya, lantas tertawa.

Sandra hanya menerima tawaran pekerjaan yang hanya beberapa jam. Itu pun dalam hati sudah tidak tenang. Meski, Rafa sudah dijaga oma atau tantenya. ”Kelihatan selalu terburu-buru ya. Soalnya udah kepikiran kasih ASI,” kata Sandra sembari tersenyum.

Sudah kembali ramping setelah melahirkan, perempuan 34 tahun itu rutin yoga, pilates, treadmill, serta lari di sekitar kompleks. Sandra berencana mengajak Rafa ke The Color Run September mendatang. ”Kalau lari di treadmill kan bosen cuman lihat kaca. Ini nanti lari bareng-bareng, lebih seru pasti,” tuturnya.

Kebetulan event yang bakal dia ikuti memungkinkan untuk mengajak anak. Sandra ingin mengenalkan Rafa dengan suasana di luar rumah.

Anak Butuh Sentuhan Orang Tua

Kehadiran orang tua ditengah masa tumbuh kembang anak memang merupakan hal yang paling utama. walaupun mendapatkan pendidikan di lingkungan sekolah.Tanpa kehadiran mereka, anak-anak pun akan liar

pendiri Rumah Amalia, Muhammad Agus Syafii mengatakan prosesentasi antara pendidikan sekolah, keluarga dan lingkungan luar berbeda tipis.

”Prosentasi di lingkungan sekolah itu, 30 persen, keluarga 30 persen, dan lingkungan luar 30 persen,” terangnya.

Pendiri rumah belajar bagi anak yatim dan dhuafa menambahkan tambah adanya kombinasi antara orang tua dan sekolah tindakan kekerasan yang anak-anak bisa terjadi.

”Seperti yang baru-baru ini terjadi (di Garut), anak kelas 6 SD bertengkar dengan temannya, lalu menggunakan gunting untuk menyerang temannya, hingga temannya meninggal dunia. Ini sebenarnya bukan salah anak-anak, di sini anak-anak adalah korban," kata.

Sekolah, seharusnya bisa menanamkan akal sehat. Akan tetapi jika itu tak terjadi, sekolah sebagai benteng anak-anak akan runtuh.

"Tapi yang terjadi apa? Guru kebanyakan hanya mengajarkan hal-hal bersifat akademis, tapi tidak mengedepankan siswa mengeluarkan pendapatnya sendiri. Guru-guru ini malah menimbulkan traumatik di lingkungan belajar. Kalau saya bicara A, nanti nilai saya jelek, kalau bilang B nanti saya tidak lulus atau dianggap melawan," ungkap dia.

Oleh karena itu, dirinya berharap para orang tua untuk tak meninggalakan tanggung jawabnya meskipun anak-anak berada di lingkungan sekolah (nor/c17/ash)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sandra-dewi #artis-dalam-negeri 

Berita Terkait

Tresno Riadi Tangkal Narkoba dengan Keluarga

Indotainment

Agnes Mo Jadi Pacar Videografer

Indotainment

Adly Fairus Terjun ke Panggung Politik

Indotainment

Luna Maya Buka Rahasia

Indotainment

Syahrini Kenang saat Masih Mesra dengan Anang

Indotainment

IKLAN