Senin, 19 November 2018 09:00 WIB
pmk

Indotainment

Diadaptasi Komik Setrip, Doa Cari Jodoh Kolaborasikan Aktor Serius dan Komedian

Redaktur:

SERU-SERUAN - (Dari kiri) Dwi Sasono, Fedi Nuril, dan Pandji Pragiwaksono tampil di film Doa Cari Jodoh. IMAM HUSEIN/JAWA POS

INDOPOS.CO.ID - Tiga aktor ternama, Fedi Nuril, Dwi Sasono, dan Pandji Pragiwaksono, ditunjuk memerankan karakter Doyok, Otoy, dan Ali Oncom dalam film garapan sutradara Anggy Umbara. Film komedi produksi MD Pictures itu diadaptasi dari komik setrip yang terbit di sebuah media cetak sejak 1976.

Dikisahkan bahwa Doyok (Fedi), Otoy (Pandji), dan Ali Oncom (Dwi) –kemudian disingkat dengan DOA– adalah tiga sahabat yang berbeda sifat dan latar belakang. Doyok adalah pria Jawa lugu yang identik dengan baju lurik dan blangkon. Otoy suami pengangguran bertubuh tambun yang takut istri. Sedangkan Ali Oncom tukang ojek yang dikenal sebagai playboy kampung.

Di antara ketiganya, hanya Doyok yang belum punya pasangan. Maka, misi mereka adalah mencarikan jodoh untuk Doyok. Fedi, Dwi, dan Pandji tak perlu berpikir dua kali saat ditawari untuk bermain dalam film itu. Ketiganya sudah akrab dengan komik setrip tersebut. ”Saya ngikutin banget komik setripnya. Dan, dari dulu, tokoh yang paling menarik buat saya memang si Ali Oncom,” kata Dwi saat berkunjung ke Graha Pena Jakarta kemarin (30/7).  

Sama halnya dengan Pandji. Dia ingat, ketika pertama membaca komik setrip itu, dirinya masih SD. Di mana-mana orang membicarakan cerita komik tersebut. ”Dulu favorit saya itu Ali Oncom. Anak muda, begajulan, pacarnya banyak,” selorohnya. Sedangkan Fedi paling suka dengan karakter Doyok, pas dengan peran yang dia dapatkan.

Tantangannya adalah menghidupkan karakter-karakter yang sudah lekat di benak penggemar komik setrip itu ke dalam film. Selama proses reading, cerita digali lagi bersama Anggy. Sebab, dalam versi komik setrip di koran, tiap karakter ditampilkan masing-masing. Di film yang skenarionya digarap Anggy bersama komika Fico Fachriza tersebut, mereka menyatu jadi sahabat.

Doyok yang asli Jawa, Ali Oncom asli Jakarta, dan Otoy yang menikah dengan perempuan Jakarta (diperankan Nirina Zubir) tinggal di lingkungan kampung yang sama. ”Setelah kita gali asal muasalnya, untuk teknis dan gestur, jadi tugas masing-masing,” papar Dwi. Ditambah lagi, begitu menggunakan make-up, karakter dan baju ala Ali Oncom makin masuk ke dalam karakter yang dia mainkan.

Hal menarik dirasakan Fedi yang lekat dengan peran pria religius yang disukai banyak perempuan. Di film ini, yang terjadi justru sebaliknya. Dia sulit mencari jodoh. ”Nggak enak ternyata cari-cari jodoh, mending dikejar-kejar,” kelakarnya. Penampilan mereka memang diubah drastis, 180 derajat, demi menjadi karakter DOA.

Selain mereka bertiga, ada Jihane Almira yang memerankan Yuli, pacar Ali Oncom. Perempuan 18 tahun itu sebelumnya bermain di film Ananta. ”Kesulitannya main film komedi mesti nahan tawa. Dan, saya di sini harus feminin,” tutur perempuan berdarah Lebanon itu.

Anggy yang dihubungi secara terpisah menjelaskan, cerita Doyok, Otoy, dan Ali Oncom dibuat untuk tiga film. Pertama, DOA Cari Jodoh yang bakal rilis 16 Agustus. Film kedua adalah DOA Cepat Kaya. Sedangkan yang ketiga masih tahap finalisasi skrip.

Mengangkat cerita yang beken di era 80-an, Anggy melakukan pengembangan agar sesuai dengan masa sekarang. ”Misalnya, karakter Doyok yang suka ngomongin politik disesuaikan dengan isu sekarang,” urainya.

Dia memberikan kebebasan kepada pemain untuk melakukan improvisasi sejauh tidak keluar dari koridor. ”Dan, masih harmoni dengan pemeran lainnya,” ucap sutradara yang sebelumnya menggarap Comic 8 itu. (c17) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #film 

Berita Terkait

Kritikus Nilai Fantastic Beasts 2 Tak Sebagus yang Pertama

Indotainment

Film Ahok Bangkitkan Nasionalisme Pemuda

Jakarta Raya

Stan Lee, Tutup Usia

Indotainment

Stan Lee, Tutup Usia

Indotainment

Film Keluarga Cemara, Tayang Perdana di JAFF

Indotainment

IKLAN