Kamis, 15 November 2018 10:03 WIB
pmk

Headline

PAN Belum Setuju Prabowo Capres

Redaktur:

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

INDOPOS.CO.ID - Partai Amanat Nasional (PAN) belum sepakat jika Prabowo Subianto menjadi calon presiden (capres) pada pilpres 2019 mendatang. Bahkan, parpol berlambang matahari terbit itu juga belum memutuskan akan berkoalisi dengan Gerindra atau dengan parpol pengusung Joko Widodo.

Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menegaskan, kemana mereka akan berlabuh, baru akan diputuskan dalam rapat kerja nasional (rakernas) di Jakarta, Minggu (5/8) mendatang. Partai Gerindra pun melancarkan lobi-lobi terhadap partai besutan Amien Rais tersebut.

“Nanti di rakernas keputusannya. Titik," ungkap Zulkifli Hasan, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (31/7).

Pernyataan yang sama, Zulhasan sampaikan malam harinya, setelah pertemuan rahasia dengan Prabowo dan petinggi PKS, di rumah pengusaha Maher Algadri, di Prapanca Dalam VI, Mampang, Jakarta Selatan.

Selasa (31/7) malam, koalisi parpol oposisi yang terdiri dari Gerindra,PKS, PAN menggelar pertemuan tertutup.

Pantauan INDOPOS di lokasi pertemuan, para elit tiga parpol secara bergiliran masuk dalam komplek perumahan elit ini.  Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid tiba paling awal sekitar pukul 19.33 WIB. Lalu diikuti anggota Dewan Pertimbang Partai Gerindra Rachmawati  sekitar pukul 19.40 WIB serta Sekjen PAN Eddy Soeparno sekitar pukul 19.45 WIB.

Sementara sang calon presiden, Prabowo Subianto, tiba dengan dikawal ketat patwal serta diikuti rombongan mobil para elit partai berlambang burung garuda. Sekjen Gerindra ikut mengawal sang ketua umum pada pukul 20.15 WIB.

"Kok kalian (wartawan) tahu aja lokasi (pertemuan) ini," sapa Prabowo yang duduk di samping sopir sembari membuka kaca jendela.

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun INDOPOS Ketua PA 212 Slamet Ma'arif juga turut hadir sebagai perwakilan dari ulama. Belum diketahui, apa isi pertemuan tersebut.

Terakhir, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan akhirnya tiba di kediaman Maher Algadri, pengusaha Kodel Group itu.

Ketika dikonfirmasi, Zulhasan -panggilan Zulkifli Hasan- yang tiba pukul 20.55 WIB mengaku tidak tahu agenda dari pertemuan yang dihadirinya tersebut.

"Belum tahu. Ini baru datang, beres-beres. Saya diundang, maka saya datang," ungkapnya sebelum masuk ke dalam rumah.

Zulhasan sempat bercanda kepada wartawan. "Mudah-mudahan makanannya enak," senyum Zulhas yang datang ditemani oleh Wakil Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap dan Ketua DPP Yandri Susanto.

Sekitar dua jam pertemuan, Zulhas pulang tanpa memberi keputusan apapun. Hanya Sekjen PAN Edhie Soeparno yang memberi penjelasan singkat. Menurut dia, urusan pencapresan  masih proses dan akan dibahas di Rakernas sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di PAN.

"Masih progres. Keputusan nanti ada di Rakernas 5-6 Agustus," ucap Edhie usai melakukan pertemuan  tiga partai.

Siang hari sebelumnya, Zulhasan sempat mengatakan, soal capres dan arah koalisi mereka memang belum final. Tidak seperti Partai Demokrat yang cepat memutuskan bergabung dalam koalisi oposisi dan mendukung Prabowo sebagai capres.

Dikatakan, rakernas PAN nantinya hanya fokus membahas persiapan pemilu serentak 2019. "Bebas, (pengurus) wilayah nanti akan memberi pendapat. Minggu(5/8)  besok sampai Senin tanggal 5 (Agustus) sampai 6 lah. Arah koalisi cawapres akan diputuskan di situ," kata Zulhasan yang masih bicara soal cawapres.

Zulhasan pun tidak mempersoalkan jika Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyodorkan nama cawapres. "Tentu Pak SBY mengusulkan siapa itu kan boleh saja. Nanti dibahas, pada putusan akhir di Capresnya," katanya.

Zulhasan berharap, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak memaksakan rekomendasi pertemuan ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) terkait cawapres pendamping Prabowo Subianto yakni, Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri atau Abdul Somad. 

Zulhasan menegaskan, pada akhirnya figur cawapres akan ditentukan oleh kesepakatan partai koalisi dan capres. "Kita jangan kukuh-kukuhan. Capres itu kan bakal memilih pendamping, pada akhirnya nanti capres yang akan menentukan," imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Zulhasan, PAN juga tidak akan memaksakan kadernya menjadi cawapres pendamping Prabowo. Karena keputusan cawapres akan diserahkan kepada Prabowo. "Pada akhirnya ya (menyerahkan keputusan cawapres ke Prabowo, red), saya kira," pungkasnya.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani saat dikonfirmasi mengatakan, Partai Gerindra bakal melobi PAN agar mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Ia menakui, hingga kini PAN belum menyepakati Prabowo Subianto sebagai Capres.

"Ya itu akan dibicarakan dengan PAN, akan bicarakan," ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (31/7).

Namun, kata Wakil Ketua MPR RI itu, komunikasi antara Prabowo dengan Zulhasan sejauh ini sudah baik. Bahkan bangunan koalisi pendukung Prabowo hampir rampung.

"Kalau disebut bangunan, itu tinggal masang ya tinggal atap-atap lah," imbuhnya. (aen/jaa/dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 #pan #prabowo-capres #prabowo-subianto #zulkifli-hasan 

Berita Terkait

Caleg PAN Perjuangkan Ekonomi Warga

Politik

PAN Segera Umumkan Pengganti Taufik

Nasional

Gerakan Honorer K2 Ganti Presiden Menguat

Nusantara

Sandi Fokus Sejahterakan Pedagang

Politik

Ma’ruf Senam Sehat di Hari Pahlawan

Politik

IKLAN