Jumat, 21 September 2018 11:24 WIB
pmk

Nusantara

Wakil Ketua DPR Desak Pemerintah Segera Salurkan Bantuan Nyata ke Korban Gempa

Redaktur: Ali Rahman

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah didampingi dua anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) NTB Gede Syamsul Mujahidin dari Fraksi Hanura dan Muhammad Syafruddin dari Fraksi PAN menyalurkan bantuan DPR RI kepada masyarakat yang menjadi korban gempa Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu (1/8). Foto: Indra Bonaparte/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah didampingi dua anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) NTB Gede Syamsul Mujahidin dari Fraksi Hanura dan Muhammad Syafruddin dari Fraksi PAN menyalurkan bantuan DPR RI kepada masyarakat yang menjadi korban gempa Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu (1/8).

Selain membawa bantuan, mereka juga memantau aktivitas tanggap darurat gempa yang terjadi mulai Minggu pagi (29/7) lalu hingga Rabu dini hari (1/8).

Fahri mengatakan bahwa total bantuan yang dibawanya atas amanah dari pimpinan dan anggota DPR, untuk masyarakat korban gempa Lombok sebesar 380 juta rupiah termasuk berbagai bahan makanan, pakaian, dan ratusan helai selimut.

"Bantuan ini dari anggota dan pimpinan DPR yang menyisihkan sebagian gaji mereka. Khusus Ketua DPR menitipkan bantuan uang tunai Rp 50 juta," ujar Fahri di lokasi pengungsi di Desa Obel-obel Lombok Timur, Senin (1/8).

Kunjungan Fahri beserta rombongan dari DPR ke lokasi gempa Lombok in difokuskan ke dua daerah, yakni Desa Obel-obel dan Desa Madayin Kecamatan Sambelia Lombok Timur.

Dua lokasi tersebut merupakan episentrum gempa dan terdampak sangat parah. Namun lantaran minim penanganan sehingga rata-rata korban mengalami trauma berat.

Fahri dan rombongan juga memberikan motivasi agar warga tidak takut dan kembali beraktifitas seperti biasa.

"Kita harus ingat, ketika lahir semua tidak ada yang membawa apa-apa dari rahim ibu. Jadi ketika kita nanti dipanggil Allah, semua yang ada di dunia ini juga bakal kita tinggalkan. Artinya, kita tidak boleh sedih terus-menerus. Mari sama-sama bangkit dan gotong royong untuk membersihkan sisa-sisa bangunan yang rusak," ajaknya.

Kepada anak-anak, politisi dari PKS itu meminta agar kembali ke sekolah, tidak boleh putus belajar meski gedung sekolah rusak.

"Bapak-bapak dari BNPB dan lembaga lain sudah mendirikan sekolah darurat di tenda-tenda, ini harus dimanfaatkan. Anak-anak ini harus diberi hiburan khusus dengan beragam permainan supaya kembali riang gembira, sehingga bisa melupakan kerasnya gempa hari Minggu kemarin," papar Fahri.

Dalam kesempatan itu, Fahri juga mendesak pemerintah, agar segera menuntaskan dan menyalurkan bantuan nyata kepada para korban, khususnya bantuan fisik atau rumah.

"Karena ada beberapa warga yang rumahnya hancur rata dengan tanah. Ini prioritaskan dahulu," tegasnya.

Pernyataan Fahri itu disampaikan lantaran puluhan korban yang rumahnya hancur mengaku belum menerima, bahkan tidak tahu kalau Presiden Joko Widodo menjanjikan bantuan Rp 50 juta untuk setiap rumah yang rusak.

"Saya salah satu tokoh masyarakat di sini. Tapi saya malah gak tahu adanya janji presiden mau bantu Rp 50 juta untuk setiap rumah yang rusak. Padahal sudah hari ke 4 sejak gempa. Lihat saja sendiri. Semua rumah rusak dan hancur di sini masih terbengkalai," lontar Khoirudin.

Fahri juga menjelaskan, bahwa potensi bahaya yang mungkin terjadi selain gempa bumi, di Lombok Timur yaitu gerakan tanah. Sebab berdasarkan laporan yang diterimanya, pihak PVMBG telah melakukan pemetaan di beberapa wilayah.

"Titik yang terjadi kerusakan tanah karena proses deformasi atau gerakan tanah sebaiknya tidak digunakan pembangunan kembali rumah rusak berat," pungkasnya.

Diketahui, gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter dengan kedalaman 24 km mengguncang pulau Lombok yang getarannya hingga ke Pulau Sumbawa dan Pulau Bali, pada Minggu pagi lalu (29/7).

Sedang pusat evakuasi terjadi di wilayah Sembalun yang merupakan salah satu pos pendakian menuju Gunung Rinjani yang sedang ramai pengunjung.

Per hari Senin (30/7/2018) kemarin, terdapat 543 orang pendaki yang berhasil dievakuasi setelah sempat terjebak akibat 4 dari 5 jalur pendakian putus akibat gempa.

Selain korban jiwa 16 orang dan 300 lebih warga terluka, gempa di Lombok Timur menimbulkan kerusakan fisik parah pada ribuan bangunan rumah, gedung fasilitas publik dan perkantoran. (ind)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #fahri-hamzah #lombok-timur-ntb #operasi-penyelamatan-pendaki-gunung-rinjani #gempa-lombok 

Berita Terkait

Bantuan Presiden Belum Bisa Cair

Nusantara

Bersama Aice, Fairel Viralkan Bangun Kembali Lombok

Indotainment

Cerita di Balik Viral dan Larisnya Penjualan Kaus 7.0 SR

Nusantara

IKLAN