Politik

Muhaimin Berikan Penghargaan Pejuang Kemanusiaan kepada Aktivis hingga Pengacara

Redaktur: Ali Rahman
Muhaimin Berikan Penghargaan Pejuang Kemanusiaan kepada Aktivis hingga Pengacara - Politik

Acara Komite Nasional Penegak Konstitusi memberi penghargaan terhadap belasan para pejuang mulai dari Munir hingg Marsinah di Gedung Djoeang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018). Foto: Jaa Rizka Pradana/INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID - Komite Nasional Penegak Konstitusi (KNPK) memberi penghargaan terhadap belasan pejuang kemanusiaan seperti Aktivisi Munir, Penyair WS Rendra hingga Aktivis Buruh Marsinah di Gedung Djoeang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).

Ketua KNPK, Muhaimin Iskandar memimpin langsung pemberian penghargaan kepada para keluarga baik suami, istri maupun anak-anaknya.

"Ini menjadi aspirasi bangsa dan motivasi bangsa sekaligus membuat generasi kita hari ini dan yang akan datang untuk bisa meneladani yang akan baik," ucap pria yang karib disapa Cak Imin di lokasi acara.

Wakil Ketua MPR ini pun menyatakan, penghargaan ini tak ada hubungannya dengan makin panasnya konstalasi politik baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden. Cak Imin tegaskan pengharagaan ini murni dari KNPK.

"Saya ikut mendukung sepenuhnya para pejuang aktifis dari berbagi generasi dan tentu ini memberi semangat buat saya di jalur politik," ucapnya.

Di atas mimbar penghargaan, tak lupa Cak Imin turut memberi gambaran singkat para pejuang kemanusiaan yang harus dijadikan teladan terutama untuk generasi millenials.

Seperti Advokat Senior Adnan Buyung Nasution yang Cak Imin sebut merupakan sosok pemberani dan pembela kaum tertindas. Pendiri LBH ini sosok yang paling awal berani mengadvokasi korban kekerasan, terutama kekerasan politik.

Lalu Ketua Umum PKB ini menyebut Penyair WS Rendra. Kata dia, perjuangannya berdarah-darah. Padahal Rendra merupakan seniman senior dan kelas dunia yang bukan waktunya lagi turun gunung tapi Rendra tetap membela pembredelan, tak menghiraukannya hingga dipukuli tentara.

"Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata. Kita belajar berani dari Bang Rendra. Salah satu yang membuat kita percaya diri dengan reformasi adalah gugatan Bang Rendra, sajak sebatang lisong, yang menyatakan 50 juta anak-anak negeri tak mengenyam pendidikan," papar Cak Imin.

Berikut daftar para pejuang kemanusiaan yang mendapat penghargaan, Aktivis Wiji Thukul, Tokoh asal Papua They Hiyo Eluay, penyair WS Rendra, aktivis HAM Munir, pengacara Adnan Buyung, aktivis perempuan Marsinah, musisi Harry Roesli, Pakar Sosiologi Sayogyo, aktivis Amir Daulay, HJC Princen, Adi Sasono, Afnawi Noeli, mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa, mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ahmad Taufi, dan sastrawan Pramudya Ananta Toer. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.